Kamis, 9 Maret 2023, 10:30 WIB

JAKARTA – Kepala Pengembangan dan Realisasi PBSI (Kabid Binpres), Rionny Mainaky akan mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah visa yang kerap membuat pemain tidak bisa mengikuti turnamen. Hal ini juga akan didiskusikan dengan BWF sebagai federasi yang menyelenggarakan event bulutangkis dunia.

Seperti diketahui, tahun ini beberapa pemain Indonesia memiliki keterbatasan visa dan harus absen dari turnamen yang akan diikutinya. Baru-baru ini, semua pemain Indonesia harus mundur dari China Masters 2023 karena masalah visa.

Sebelumnya, ada Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto yang dijadwalkan mengikuti All England 2023. Namun, keduanya harus mundur karena kesulitan mendapatkan visa Inggris.

Karena itu, Rionny berharap mendapat solusi, termasuk meminta bantuan BWF. Pasalnya, masalah visa perlu dikedepankan agar tidak terjadi lagi saat pengumpulan poin Olimpiade Paris 2024 dimulai pada 1 Mei 2023.

“Kami (minta solusi) untuk BWF, bagaimana? Karena bukan masalah China juga, sama saja di Inggris,” kata Rionny kepada tim media, termasuk MNC Portal Indonesia di PBSI Cipayung National Training Center.

“Dulu kita semua bisa kumpul. Setahu saya bisa handle semua orang (grup). Tapi pas dibuka linknya, hari ini ada kuota, jadi tidak banyak” Dulu, kita bisa punya 10 orang langsung, karena kami ingin cepat. “Cepat ya. Cuma bisa 2-3 orang. Di sana susah,” lanjutnya.

“Kami memperkirakan bagaimana menemukan jalan keluar seperti ini. Masalahnya adalah untuk tahun depan seperti Olimpiade, jika itu terjadi sangat berbahaya.”

Tidak hanya para pemain, para pelatih juga menghadapi masalah visa. Salah satunya adalah Amon Sunaryo yang saat ini menjadi pelatih tim utama ganda campuran.

Dia tidak akan menemani anak angkatnya ke All England karena pembatasan visa Inggris. Sebaliknya, Rionny akan turun tangan langsung memimpin Rinov Rivaldy dkk.

Penerbit : Furqon Al Fauzi

Ikuti berita Sportsstars di berita Google