Nyck de Vries (Scuderia AlphaTauri) berjalan di pit lane Sirkuit Barcelona-Catalunya pada F1 GP Spanyol 2023 (Foto: Reuters/Nacho Doce)
PILOT Berasal dari Belanda, Nyck de Vries harus menerima kenyataan bahwa ia dikeluarkan dari tim satelit Red Bull Racing, AlphaTauri. Mantan rekan setimnya di Formula E juga angkat bicara.
AlphaTauri disingkirkan De Vries setelah sang pembalap tak kunjung menunjukkan hasil positif di 10 balapan pertama F1 2023.
Alhasil, Red Bull yang menaungi AlphaTauri memutuskan untuk memecat sang pembalap dan menggantikannya dengan Daniel Ricciardo. Kini, De Vries dibebaskan dari program balapan.
Melihat situasi pembalap keturunan Indonesia itu, Stoffel Vandoorne, mantan rekan setim De Vries di Mercedes EQ Formula E, turut angkat bicara. Dia tidak terkejut dengan cara Red Bull menangani pembalap yang berkinerja buruk.
“Sayangnya, itulah yang terjadi di Formula 1. Karier Anda bisa melejit atau bahkan turun drastis,” kata Vandoorne mengutip PlanetF1.
“Saya rasa banyak orang berharap banyak dari Nyck (de Vries). Tapi sayangnya mobil yang dikendarainya tidak mumpuni.
“Itulah mengapa sulit baginya untuk mencuri sorotan. Dia mengalami masa sulit dan kita semua tahu bagaimana Red Bull bekerja. Selalu seperti itu,” tambahnya.
Ya, De Vries tidak sendirian. Banyak pembalap yang merasakan tangan dingin Red Bull di Formula 1. Mereka kerap didepak atau diturunkan dari tim utama ke tim satelit.
Mereka adalah Brendon Hartley, Pierre Gasly, Alexander Albon dan Daniil Kvyat. Nama-nama tersebut merasakan dinginnya sikap Red Bull karena tak pernah tampil bagus.
Editor : Muhammad Pratama Supriyadillah
Ikuti berita Sportsstars di berita Google





