Menuju Negara Industri Tangguh 2035, Indonesia Butuh 682 Ribu Tenaga Kerja Per Tahun

MerahPutih.com – Indonesia bertekad untuk terus membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global, demi visi menjadi negara industri tangguh pada tahun 2035.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia membutuhkan sebanyak 682 ribu orang tenaga kerja industri per tahunnya untuk dapat memenuhi kebutuhan sektor manufaktur nasional untuk menuju visi Indonesia 2035 tersebut.

“Perkembangan teknologi dan industri global saat ini mengharuskan SDM beradaptasi pada paradigma baru yang dapat mengakselerasi kinerja industri seperti pelaksanaan hilirisasi industri, renewable energy, digitalisasi dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, dan peningkatan SDM industri nasional,” katanya di Jakarta, Rabu (9/8), seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

GIIAS Power Dinner 2023 Jalin Hubungan Erat Antara Kemenperin dan Industri Otomotif Indonesia

Guna mencapai sasaran tersebut, langkah strategis Kemenperin antara lain adalah melaksanakan program pendidikan dan pelatihan vokasi, dengan motto “One Vocational Unit, One Great Achievement”.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan mengatakan, pihaknya terus mendorong unit pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin untuk memiliki minimal satu pencapaian besar yang bisa dibanggakan dan terasa manfaatnya bagi masyarakat di sekitarnya maupun bagi industri dalam negeri.

Baca juga:  UU TPKS Cegah Kekerasan Seksual di Tempat Kerja, Puan: Perempuan Berhak Dapat Keamanan dan Kenyamanan

Masrokhan menegaskan, pihaknya aktif melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas SDM industri.

Misalnya, beberapa waktu lalu, BPSDMI telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional SDM Industri, yang diikuti seluruh satuan kerja BPSDMI untuk melakukan optimalisasi realisasi program capaian dan langkah strategis dalam mencetak SDM industri unggul.

“Selain FGD, dalam Rakornas tersebut digelar pula Pameran Pendidikan dan Pelatihan Industri yang diikuti oleh seluruh satuan kerja pendidikan dan pelatihan BPSDMI beserta mitra industri, serta mitra kerja luar negeri yang telah mendukung kegiatan pengembangan vokasi BPSDMI selama ini,” ungkap Masrokhan.

Baca Juga:

Mungkinkah Toyota Membawa Revolusi EV Berikutnya Ke Industri Otomotif?

Pameran tersebut menampilkan program kerja, kurikulum, dan teknologi pendidikan yang digunakan di satuan kerja pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin, serta beberapa produk hasil teaching factory dan inkubator bisnis.

“Hal ini tentunya juga untuk mendukung kebijakan One Vocational Unit, One Great Achievement yang dijalankan BPSDMI,” lanjut Masrokhan.

Baca juga:  Gara-Gara Asnawi, Pemain Asal Korea Selatan Ini Tertarik dengan Liga Indonesia

Pameran ini menghadirkan 38 booth yang terdiri dari berbagai sektor industri, yaitu sektor kimia, sektor logistik, sektor furnitur, sektor teknologi 4.0, sektor agro, sektor tekstil, kulit, dan plastik, serta sektor otomotif dan manufaktur.

Selain sektor tersebut, terdapat IKM (industri kecil menengah) corner dan business matching. Peserta terdiri dari 9 SMK, 13 Politeknik dan Akademi Komunitas, 7 Balai Diklat Industri, 3 mitra industri, dan BSDMI. (*)

Baca Juga:

EMLI Gandeng Pelaku Industri di Batam dalam Mobil™ Nationwide General Manufacture Seminar



Source link