Mengenal Sistem Pelumasan Mobil, Agar Mobil Sehat & Terjaga
JAKARTA – Sebagai pemilik mobil pasti tahu bahwa mesin terdiri dari beberapa komponen. Saat kendaraan dihidupkan, semua komponen mesin bergesekan dan menimbulkan panas. Mesin panas itu wajar, tapi kalau tidak dikontrol tentu akan berbahaya.
Penting untuk mengurangi efek panas mesin dengan memfasilitasi gesekan yang terjadi dari setiap komponen. Oleh karena itu, mobil membutuhkan pelumas untuk “mendinginkan” mesin kendaraan agar tetap berjalan agar tidak cepat aus. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan sistem pelumasan mobil.
Menurut situs resmi Suzuki, pelumasan adalah suatu sistem atau sirkuit pada kendaraan dimana pelumas dikumpulkan, dihisap, disaring, dan kemudian didistribusikan secara menyeluruh ke seluruh bagian mesin. Media pelumas yang digunakan dalam sistem ini adalah oli yang berhasil masuk ke dalam ruang mesin.
Oli berfungsi untuk menutupi retakan pada mesin. Oli akan melapisi komponen mesin dan menempel sangat erat sehingga sulit untuk dihilangkan. Hal ini akan mengurangi dampak gesekan dari komponen mesin yang sebagian besar terbuat dari logam, sehingga gesekan antar komponen tidak terjadi secara langsung.
Selain untuk mengurangi dampak gesekan, sistem ini juga berfungsi sebagai pendingin komponen mesin dan membilas kotoran yang menempel sehingga mesin dapat bekerja dengan baik. Selain itu, pelumasan juga akan memberikan isolasi pada lubang antara silinder dan piston, sehingga mencegah kebocoran tekanan dari ruang bakar. Oleh karena itu, sistem pelumasan akan membuat mesin lebih awet dan kendaraan Anda lebih nyaman digunakan.
Komponen Sistem Pelumasan

Untuk lebih memahami sistem pelumasan, Anda perlu mengetahui komponen-komponen pentingnya. Ada 9 komponen sistem pelumasan, yaitu:
1. Tempat minyak
Komponen ini berfungsi untuk menampung oli yang digunakan untuk pelumasan. Selain itu, bak mesin juga berfungsi untuk menyimpan cadangan oli yang nantinya dapat digunakan untuk melumasi mesin.
2. Pompa minyak
Pompa oli berfungsi menyedot dan menyalurkan oli ke mesin. Kinerja komponen ini tergantung pada putaran mesin poros bubungan, poros engkolatau sabuk waktu. Selanjutnya oli akan dibuang melalui saluran penghubung yang terletak di ujung pompa.
Proses kerja pompa oli ditujukan untuk melumasi seluruh bagian mesin, baik yang tertutup maupun yang terbuka. Pompa oli penting agar semua komponen mesin terlumasi tanpa tekanan.
3. Filter oli
Filter oli berfungsi sebagai filter oli untuk kotoran. Hal ini penting karena jika oli hasil olahan terkontaminasi kotoran, pelumasan tidak akan bekerja maksimal. Partikel dan kotoran yang ada dalam oli akan menyebabkan goresan pada celah sempit mesin.
4. Filter
Filter adalah kunci untuk memaksimalkan kerja filter oli. Saringan atau filter bertanggung jawab untuk menyaring kotoran terkecil sekalipun. Komponen pompa oli terletak di antara port pompa oli dan pompa oli, yang berfungsi sebagai port hisap pelumas untuk pompa oli.
5. Katup tekanan
Katup tekanan atau katup tekanan bertanggung jawab untuk mengatur tekanan pelumas. Penyesuaian ini dilakukan saat mesin bekerja dengan kecepatan tinggi. Saat putaran mesin tinggi, volume oli yang bergerak akan meningkat, tetapi saluran oli memiliki batas. Oleh karena itu, mengatur tekanan pelumas penting dilakukan agar tekanan oli tetap stabil.
6. Sakelar oli
Komponen ini adalah sensor tekanan oli untuk memberi tahu Anda cara kerja pompa oli. Sakelar Oli bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tekanan pompa oli cukup atau tidak untuk melumasi mesin.
Cara kerja komponen ini bisa Anda ketahui saat Anda memutar kunci kontak ke posisi on. Dasbor akan memberi tahu Anda dengan menyalakan lampu indikator oli kendaraan. Jika lampu ini menyala, berarti komponen saklar berfungsi dengan baik.
7. Galeri minyak
Komponen ini merupakan saluran pelumasan yang fungsinya untuk mengalirkan oli di dalam mesin. Oil Gallery berbentuk seperti lubang pada blok mesin yang akan dilumasi. Lubang ini berfungsi untuk menyuplai pelumas ke komponen mesin lainnya.
8. Jet minyak
Komponen ini berada di bawah silinder mesin dan bertanggung jawab untuk menyemprotkan oli ke poros transmisi.
9. katup PCV
Katup ventilasi karter positif atau katup PCV singkatnya adalah bagian dari sirkuit saluran mesin. Komponen ini berupa lubang udara di bak mesin.
Komponen ini berguna untuk membuang gas atau udara yang terkontaminasi. Pada rangkaian pelumasan mesin kendaraan, katup PCV berfungsi untuk membuang sisa gas sisa pembakaran pada mesin, sehingga dapat menjaga kestabilan tekanan pada mesin.
Sistem Pelumasan Tiga Mesin

Setelah mengetahui komponen sistem pelumasan, Anda juga wajib mengetahui ketiga jenis sistem pelumasan tersebut, pastikan:
1. Sistem percikan
Sistem ini menggunakan gerakan memutar poros engkol untuk menyemprotkan oli ke bagian-bagian mesin yang membutuhkan pelumasan. Pada bagian bawah crankshaft menyerupai sendok, sehingga pada saat crankshaft berputar maka oli yang berada di dalam crankcase akan ikut terbawa dan terciprat oleh crankshaft.
Sayangnya, pelumasan sistem ini kurang baik karena hanya beberapa bagian saja yang bisa dijangkau dengan cipratan oli.
2. Sistem Pelumasan Campuran
Sistem ini banyak digunakan pada mesin sepeda motor 2 tak. Oli yang digunakan pada sistem ini akan bercampur dengan bahan bakar di dalam tangki. Dalam sistem ini, oli bekas harus selalu baru, karena oli yang bercampur dengan bahan bakar nantinya akan terbakar.
Sayangnya sistem ini akan menimbulkan polusi gas buang yang sangat mengganggu karena gas yang dikeluarkan berwarna putih.
3. Sistem Pompa
Pada sistem ini, oli akan disalurkan ke seluruh bagian mesin oleh pompa oli. Pompa oli pada sistem pelumasan ini bekerja untuk memompa atau menekan oli, agar oli dapat bersirkulasi ke seluruh bagian mesin sehingga seluruh bagian mesin terlumasi.
Dibandingkan dengan 2 sistem sebelumnya, sistem ini dinilai lebih baik karena pelumasannya merata dan teratur. Penggantian oli atau pelumas dilakukan pada interval waktu atau kilometer tertentu.
Cara kerja sistem pelumasan

Setelah mengetahui komponen dan macam-macam sistem pelumasan, kini anda akan masuk ke bagian akhir untuk memahami sistem pelumasan mobil yaitu cara kerja sistem pelumasan. Sistem pelumasan mobil akan bekerja saat kondisi mesin mobil menyala. Saat mesin hidup, bagian pompa oli akan diputar oleh poros pompa putar untuk bekerja sesuai perintah.
Kemudian oli akan mengalir katup masuk. Kondisi ini akan menimbulkan tekanan pada pelumas pompa oli dan akan mengalir melalui filter oli. Pada filter oli, oli atau oli akan melalui proses penyaringan dibantu oleh katup tekanan. Filter ini bertujuan untuk menjaga kebersihan oli sebelum disalurkan ke seluruh komponen mesin.
Setelah disaring, oli akan mengalir ke oil jet melalui oil gallery. Kemudian oli akan secara otomatis melumasi camshaft atau rocker arm. Setelah melumasi bagian tersebut, oli akan secara otomatis kembali ke bak mesin.
Sebaliknya, oli akan disemprotkan oleh komponen oil jet untuk keluar dan melumasi komponen piston dan connecting rod mesin. Pada poros engkol terdapat komponen berupa sekop yang berfungsi menyalurkan oli ke seluruh komponen mesin dengan sempurna.
Setelah Anda mengetahui cara kerja sistem pelumasan mobil Anda, Anda perlu memeriksa dan merawat mobil Anda secara teratur. Hal ini berguna agar mobil tetap terjaga kesehatan dan kualitasnya. Dan, Anda bisa menggunakan mobil dengan nyaman.
Selain itu, jika suatu saat Anda ingin menjualnya, harga mobil Anda akan tetap tinggi. Jika Anda ingin menjual mobil Anda dengan nyaman dan aman, serta mendapatkan keuntungan yang pasti, maka juallah di OLX Autos. Lewati proses penjualan mobil yang rumit dan #PilihPasti.
