Mengenal Fungsi Jalur Penyelamat, Solusi Rem Mobil Blong
momobil.id – Saat berkendara di jalan tol, terutama di ruas-ruas yang ada tanjakan dan turunannya, tidak jarang pengendara akan menjumpai jalur yang menanjak dan menanjak. Jalur tersebut merupakan area keselamatan darurat atau jalur penyelamatan. Lalu apa fungsi dari rescue line dan bagaimana cara menggunakannya?
Mengetahui Rescue Path dan fungsinya
Jalur penyelamatan atau jalur berhenti darurat memainkan peran penting dalam keselamatan berkendara. Fungsi jalur penyelamatan darurat adalah untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Biasanya, jalur knalpot diperuntukkan bagi kendaraan yang mengalami percabangan saat melewati jalan menurun. Lintasan ini dapat digunakan untuk kendaraan apa saja, mulai dari kendaraan roda empat hingga kendaraan berat.
Rute pelarian tidak hanya memiliki satu jalan ke atas. Meski terlihat seperti jalan biasa, namun kontur jalan keluarnya tidak rata dan bergelombang. Rute pelarian memiliki dasar batu dan pasir kecil. Ini dirancang untuk dapat mencegat atau memblokir kecepatan kendaraan ketika rem gagal atau tidak berfungsi dengan baik.
Rute pelarian biasanya dapat ditemukan di sisi kiri turunan. Kawasan aman darurat atau jalur penyelamatan telah dibangun di beberapa ruas jalan tol. Diantaranya adalah Tol Trans Jawa dan Tol Cipularang.
Divisi Jalur Penyelamatan
Secara umum jalur evakuasi terbagi menjadi beberapa bagian yaitu jalur pendekat, jalur pendaratan dan jalur bantu.
Jalur pendekat merupakan jalur peralihan dari jalur lalu lintas normal ke jalur darurat. Di jalur ini biasanya dilengkapi dengan rambu peringatan dan larangan parkir di sepanjang jalur. Panjang jangkauan pendekatan tidak boleh kurang dari 300 meter.
Peron berhenti adalah trek dengan bahan kerikil yang mampu menghentikan kendaraan. Lajur ini memiliki jarak bebas lateral yang cukup ke jalur lalu lintas untuk mencegah material terlempar ke jalur lalu lintas. Setelah jalur berhenti, terdapat jalur tambahan untuk memastikan kendaraan berhenti dalam kondisi aman.
Aturan jalur darurat pinggir jalan
Jalur darurat tidak dibuat sembarangan. Pembuatannya diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 82 Tahun 2018 tentang Penertiban dan Alat Pengaman Pengguna Jalan.
“Sesuai fungsinya untuk menghentikan kendaraan pada turunan jauh yang tidak terkendali, maka desain jalur berhenti darurat pada umumnya merupakan jalur berhenti darurat yang berbentuk lereng,” tulis Peraturan Menteri Perhubungan tersebut.
Peraturan Permenhub tersebut juga menyebutkan jenis bahan yang digunakan, serta ukuran jalur berhenti darurat. Ukuran minimal panjang 50 meter, lebar 10 meter, dan tanjakan 15 persen.
Baca juga: Ingat kembali aturan penggunaan bahu jalan tol
Cara menggunakan jalur penyelamatan
Jika sewaktu-waktu mobil tiba-tiba mengalami masalah rem blong, jalur penyelamat bisa digunakan. Pengemudi tidak perlu panik, harap tetap berkendara dalam kondisi normal dan gunakan jalur kiri jalan.
Sembari mencari jalur penyelamat di pinggir jalan, pengemudi bisa menggunakan teknik pengereman mesin dengan menurunkan gigi secara bertahap. Jika mobil masih melaju kencang, pengemudi bisa menarik rem tangan secara perlahan. Saat jalan keluar terlihat, arahkan mobil ke sana dan hentikan kendaraan sepenuhnya.
Hindari Berhenti di Rescue Lane
Jalur penyelamatan darurat sering digunakan oleh pengemudi untuk beristirahat atau berfoto. Jelas, ini tidak diperbolehkan, apalagi mengingat fungsinya sebagai jalur darurat. Berhenti di jalur darurat sangat berbahaya dan mengalihkan perhatian pengemudi lain yang membutuhkan jalur tersebut dalam keadaan darurat.
