MerahPutih.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meletakkan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Utama Mentarang PT Kayan Hydropower Nusantara, Kalimantan Utara, Rabu (3/1).

Pembangkit listrik tenaga air ini nantinya akan digunakan untuk kawasan industri kendaraan listrik, aluminium dan petrokimia. Jokowi menargetkan pembangunan proyek PLTA Mentarang selesai dalam tujuh tahun.

Baca juga:

Jokowi Resmikan PLTA Poso yang Dibangun Perusahaan JK

Setelah PLTA Mentarang dapat digunakan, listrik yang dihasilkan PLTA akan menyuplai kebutuhan energi masyarakat sekitar dan kebutuhan proyek di Kawasan Kawasan Industri Indonesia (KIPI) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

“Ini merupakan PLTA yang terintegrasi dengan kawasan industri hijau KIPI,” kata Jokowi usai meninjau PLTA di Mentarang Induk, Kalimantan Utara.

Jokowi mengharapkan energi yang dihasilkan PLTA Mentarang Induk dapat menghasilkan green product dengan emisi karbon rendah dan harga bersaing, namun dalam kisaran premium.

Energi yang dihasilkan PLTA Mentarang Induk rencananya akan digunakan dalam pembangunan industri kendaraan listrik atau kendaraan listrik beserta baterainya, dalam industri aluminium dan dalam industri petrokimia.

Baca juga:  Presiden Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja ke Australia dan Papua Nugini

Artinya listrik sudah siap karena kemarin saya cek kawasan industri sudah siap, jadi sekali tersambung, ini masa depan Indonesia,” kata Jokowi.

Diakui Jokowi, pembangunan PLTA Mentarang Induk bukanlah pekerjaan mudah.

Dia mengungkapkan, pembangunan PLTA Mentarang Induk menelan biaya hingga US$2,6 miliar atau sekitar Rp40 triliun.

Anggaran tersebut dikucurkan untuk mempercepat transisi energi Indonesia ke energi hijau.

“Nilai yang sangat besar. Kami sangat berharap ada transformasi ekonomi Indonesia menuju green economy”, kata Jokowi.

Baca juga:

Moeldoko menyerukan agar pembangunan PLTA Sungai Kayan tidak terbantahkan

Jokowi mengatakan, pembangunan PLTA Mentarang Induk merupakan hasil kerja sama konsorsium antara Indonesia dan Malaysia.

Menurut Jokowi, kerja sama ini membuktikan bahwa Indonesia dan Malaysia sebagai sekutu dapat bekerja sama secara efisien.

“Saya lebih puas ini dilakukan oleh konsorsium dari Indonesia dan Malaysia,” kata Jokowi.

Selain bekerja sama dengan pemerintah Malaysia, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan agama, serta masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut.

Baca juga:  Kaesang Berpeluang Tak Bisa Maju Pemilihan Kepala Daerah 2024, Jokowi: Tanya ke Ketua PSI

Mantan Gubernur DKI dan Wali Kota Solo ini berharap seluruh masyarakat Kaltara dapat merasakan manfaat dari PLTA Mentarang Induk.

“Saya sangat mengapresiasi para tokoh adat, tokoh agama di Kabupaten Malinau, khususnya suku Dayak yang memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini,” kata Jokowi.

Warga Kabupaten Malinau mengaku optimis dengan rencana pembangunan PLTA Mentarang Induk.

Warga berharap, selain memberikan energi, PLTA tersebut juga dapat membawa manfaat bagi warga sekitar.

“Semua masyarakat di wilayah itu memperhatikan, jangan sampai mereka yang dekat dengan PLTA terabaikan,” kata Otniel, Kepala Desa Pulau Sapi, yang juga hadir dalam acara yang sama. (Knu)

Baca juga:

Investor China akan segera membangun bendungan di Kalimantan



Source link