JAKARTA – Olimpiade London 2012 meninggalkan momen kelam di karier bulu tangkis seorang Greysia Polii. Greysia mendapat hukuman diskualifikasi dari wasit yang sekaligus membuatnya tersingkir dari ajang empat tahunan itu.

Hukuman diskualifikasi diberikan setelah Greysia bersama rekannya Meiliana Jauhari dianggap melanggar kode etik. Mereka disebut dengan sengaja mengalah saat menjalani pertandingan Grup C melawan Ha Jung-eun/Kim Min-jung asal Korea Selatan.

Bahkan bukan hanya Greysia/Meiliana, Ha/Kim juga didiskualifikasi karena mereka juga dianggap sengaja ingin kalah di laga tersebut. Bukan hanya mereka berdua, dua pasangan lainnya yakni Wang Xiaoli/Yu Yang (China) dan Kyung Jung-eun/Kim Ha-na (Korea Selatan) pun juga ikut didiskualifikasi.

Lalu bagaimana cerita di balik momen paling terpuruk bagi Greysia? Semua drama ini berawal dari hasil mengejutkan di mana pasangan China, Zhao Yunlei/Tian Qing menelan kekalahan dari Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl asal Denmark di laga terakhir Grup D dengan skor 20-22 dan 12-21.

“Jadi waktu drama itu, saya sadarnya pas Zhao Yunlei/Tian Qing kalah sama Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl,” ucap Greysia Polii dalam acara Media Gathering yang dihadiri MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023).

Kekalahan Zhao/Tian pun akhirnya merembet jauh. Sebab pada Olimpiade London 2012 tersebut, format di babak gugur sudah ditentukan sejak awal dan tidak ada pengundian lagi. Kekalahan itu pun membuat Zhao/Tian harus puas keluar sebagai runner-up Grup D.


Follow Berita Okezone di Google News


Situasi ini tidak menguntungkan bagi China yang memiliki dua wakil, di mana satu lagi adalah Wang/Yu yang berada di Grup A. Mereka berharap kedua pasangan itu bisa sama-sama menuju partai puncak dan menciptakan All China Finals. Tetapi, kekalahan Zhao/Tian, hal ini bisa mengacaukan rencana kubu China tersebut.

Dengan Zhao/Tian berada di runner-up Grup D, maka duel kontra rekannya bisa terjadi lebih cepat di semifinal andai Wang/Yu keluar sebagai juara Grup A. Karena itu, Wang/Yu kemudian terlihat tidak ingin memenangi laga penentuan Grup A melawan Jung/Kim asal Korea Selatan, begitu juga sebaliknya.

“Itu yang ngaruh, karena China ini kan mau berambisi untuk All China final pada waktu itu kan. Otomatis waktu lihat pertandingannya Wang Xiaoli/Yu Yang sama Jung Kyung-eun/Kim Ha-na, itu mereka seperti membuang bola, seperti enggak mau main. Itu kan obvious sekali. Kita bisa lihat di YouTube juga pertandingan itu sangat tidak sportiflah,” jelas Greysia.

“Dari situ kita berpikir pada momen itu kok mainnya seperti itu? Jangan-jangan Wang/Yu disuruh ngalah supaya mereka enggak ketemu Zhao/Tian di semifinal. Dari situ prasangka terjadi. Saya dan Meiliana dan pelatih, ko Paulus bilang bahwa ini kok China sama Korea kok bisa kayak gitu ya mainnya?,” sambungnya.

Lalu pada akhirnya, dengan laga yang terkesan tidak enak dilihat, Wang/Yu menelan kekalahan dari Jung/Kim. Imbas kekalahan Wang/Yu lalu merembet ke Grup C, di mana sang juara grup akan bertemu sang monster ganda putri tersebut. Penentuan juara Grup C kala itu mempertemukan Greysia/Meiliana melawan Ha Jung-eun/Kim Min-jung.

“Nah, karena ada drama itu, pada akhirnya kita sudah tahu Wang/Yu kalah kan? Ini kalau saya menang lawan Ha Jung-eun/Kim Min-jung saya bakal ketemu Wang/Yu. Waduh gimana ya ini? Galau. Kok mereka kayak gitu sih mempertontonkan hal yang tidak baik gitu,” imbuh Greysia.

Melihat situasi tersebut, Greysia mengakui jiwa sportivitasnya sebagai atlet sempat goyah. Secara manusiawi, ia ingin menelan kekalahan demi menghindari Wang/Yu yang merupakan lawan berat, tapi di sisi lain sebagai atlet ia ingin memenangkan pertandingan melawan Ha/Kim.

“Secara integrity, saya sebagai seorang atlet itu goyang. Ini gimana kita harus bermain seperti apa? Galau tuh. Mereka aja mainnya ngalah, mereka aja mainnya kayak gitu, ‘kamu enggak apa-apa ngalah’ saya pun berpikiran begitu saat sebelum masuk lapangan untuk main mengalah,” lanjutnya.

“Sampai kejadian saat itu pas lagi pemanasan saya dapat SMS dari BWF. Jadi reporternya BWF pada saat itu dia bilang ini udah spotlight banget jangan main main. Dari situ saya langsung ‘enggak bisa, gue mau serius, apapun yang terjadi saya dan Meiliana harus main yang terbaik’. Itu pemikiran saat itu sudah tegang, sudah nervous ditekan kiri kanan dan sudah di-spotlight ke pertandingan kita juga,” sambungnya.

“Pas masuk ke lapangan dengan pemikiran yang sudah matang, saya bilang bahwa ‘enggak, saya dan Meliana mau main yang terbaik, terserah deh mau hasilnya bagaimana’ karena sudah diwanti-wanti sama reporter BWF itu. Tapi kenyataannya pas masuk lapangan Korea kan yang pegang serve. Pas dia serve, mencong ke sebelah sana. Saya bilang ‘waduh udah deh udah benar-benar ketahuan bahwa mereka enggak mau main dengan baik’,” jelas wanita berusia 35 tahun itu.

Namun, kini nasi sudah menjadi bubur. Apa mau dikata, nama Greysia harus tercoreng dengan insiden Olimpiade London 2012 tersebut. Bersama tiga pasangan lainnya, ia harus menerima nasib didiskualifikasi.

“Dulu kadang-kadang saya suka bilang ‘enggak adil nih’ saya mau main terbaik tiba-tiba mereka main kayak gini, tapi kan saya sudah masuk di kandang macan ibaratnya. Akhirnya ya udah dari situ saya merasa ya udah saya memang harus terima dengan keputusan BWF, dengan keputusan IOC pada saat itu,” tutupnya.


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.