Rabu, 8 Februari 2023, 19:45 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan ganda putra China Taipei Chang Ko Chi/Po Li Wei pada babak 16 besar Indonesia Masters 2023 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (26/1/2023)
JAKARTA – Pelatih ganda putra Indonesia Aryono Miranat menepis anggapan bahwa Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardiano gagal menjuarai dua turnamen terakhir setelah menjuarai Malaysia Open 2023 karena kelelahan. Menurutnya, kegagalan tersebut semata-mata disebabkan oleh kekalahan dalam permainan dari lawan.
FajRi -julukan Fajar/Rian- sukses membuka tahun ini dengan meraih gelar juara Malaysia Open 2023. Ini merupakan gelar pertama mereka di turnamen Super 1000 dan juga gelar pertama mereka setelah menduduki peringkat 1 dunia.
Namun, di dua turnamen berikutnya, duo Pelatnas PBSI itu kembali gagal meraih podium pertama. Mereka tersingkir di semifinal India Terbuka 2023 setelah kalah dari duo Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik 21–11, 15–21, 16–21.
Mereka juga tersingkir di perempat final Indonesia Masters 2023 setelah dikalahkan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dari China dengan skor 21–11, 13–21, dan 23–25.
Publik juga menganggap kegagalan itu disebabkan oleh kondisi fisik Fajar/Rian yang semakin terkuras. Pasalnya, selain di babak semifinal melawan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae, mereka selalu melakoni tiga pertandingan di Malaysia Open 2023. Kebetulan, mereka juga selalu melewati rubber game saat tampil di Istora Senayan.
Namun, Aryono menyebut kekalahan duo petenis nomor satu dunia itu dalam dua turnamen terakhir bukan karena kelelahan. Menurutnya, mereka hanya kalah murni dari segi permainan, sedangkan lawan tahu bagaimana memanfaatkan peluang itu sebaik mungkin.
Ikuti berita Sportsstars di berita Google





