Selasa, 14 Maret 2023, 16:32 WIB
JAKARTA – Presiden PSSI (Ketum PSSI), Erick Thohir, berniat membeli perangkat tersebut Video asisten wasit (VAR) digunakan untuk Piala Dunia U-20 2023. Padahal, penggunaan teknologi VAR sangat mahal.
Erick mengutarakan niatnya untuk membeli VAR saat meninjau kesiapan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Minggu (3/12/2023). Ia ingin VAR yang terpasang di venue Piala Dunia U-20 2023 tidak dihapus usai turnamen berlangsung.
Ngomong-ngomong, Erick ingin membeli VAR yang dipasang di stadion-stadion tersebut. Tentu saja, dia harus meminta persetujuan FIFA terlebih dahulu.
“Di enam stadion akan dipasang fasilitas VAR. Kami berharap setelah melihat bagaimana sistemnya bekerja, kami dapat menggunakannya setelah Piala Dunia U-20,” ujar Erick, dilansir laman resmi PSSI, Selasa (14/3/2023).
“Setelah turnamen fasilitasnya dicabut, kalau bisa kita beli semua. Tapi tentu ini harus disetujui FIFA. Doakan saja,” pungkasnya.
Berapa biaya VAR?
Kebetulan, negara yang sepak bolanya semaju Brasil belum bisa menggunakan VAR di kompetisinya. Pada 2018, klub-klub di Brasil menentang gagasan penggunaan VAR di kompetisi mereka.
Alasannya tidak lain adalah masalah biaya. Menurut Presiden Vasco da Gama, Alexandre Campello, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menggunakan VAR. Biaya dikumpulkan dari klub.
Klub harus mengeluarkan 500 ribu hingga 1 juta reais (setara Rp 1,4-2,8 miliar) per musim untuk menggunakan VAR. Menurut Campello, kebijakan ini merugikan klub yang keuangannya belum mapan.
Ikuti berita Sportsstars di berita Google





