Cara Menguras Air Radiator Mobil dengan Mudah, BisaSendiri
JAKARTA – Dalam sistem pendingin mesin mobil, keberadaan air radiator sangatlah penting. Selain komponen lain yang menunjang performa radiator, pemilik mobil seringkali menyepelekan air radiator.
Meski hanya berupa air, perannya dalam mendinginkan mesin mobil sangatlah penting. Pasalnya, air radiator menjadi cairan yang berguna untuk menjaga suhu mesin mobil agar tidak kepanasan.
Jika terlalu panas dan tidak bisa didinginkan, jelas performa mesin mobil Anda tidak akan nyaman. Bahkan dalam beberapa kasus, mesin mobil yang terlalu panas bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar di jalan raya.
Memang, bukan hanya air radiator saja yang berperan vital. Namun ketika komponen sistem pendingin mobil mengalami masalah, tentu akan mempengaruhi sistem kerja.
Nah, sebagai pemilik mobil, Anda harus tahu bahwa komponen yang sudah lama dipakai sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Seperti air radiator yang biasanya akan diganti setelah berjalan lebih dari 20.000 km atau setiap 6 bulan sekali.
Selain itu, harga air radiator tersebut cukup irit dan tidak terlalu mahal. Selalu pastikan untuk menggunakan cairan radiator asli. Karena pada beberapa kasus ada yang mengganti air radiator ini dengan air murni.
Menggunakan air biasa tidak disarankan, tetapi bisa dilakukan dalam keadaan darurat. Seperti saat radiator kepanasan dan mobil mogok, Anda bisa menambahkan air ke radiator dengan air. Namun setelah sampai di rumah bisa dikuras dan dibersihkan untuk menggantinya dengan air radiator yang baru.
Pasalnya, saat menggunakan air secara normal, kondisi radiator sendiri bisa berubah karena bisa menimbulkan karat di dalamnya.
Mengganti air radiator juga cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri saat memiliki waktu luang di rumah. Bisa mengganti air radiator sendiri tentunya akan menghemat biaya dan memberikan pengalaman dalam merawat mobil sendiri.
Jika Anda tidak tahu sudah berapa lama air radiator berada di dalam mobil. Ada beberapa fitur yang bisa diketahui sebelum menguras air dari radiator.
Ciri-ciri air radiator saat diganti:
Terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa merawat mobil merupakan kondisi yang umum dan sering terjadi. Ada kalanya mobil selalu digunakan tanpa memperhatikan kondisinya.
Namun ketika sudah tidak nyaman digunakan, sepertinya kendaraan tersebut perlu perawatan dan banyak suku cadang yang harus diganti. Salah satunya adalah air radiator.
Air radiator sendiri memiliki beberapa ciri ketika sudah tidak layak pakai dan sudah saatnya dikosongkan. Beberapa sumber daya ini juga mudah ditemukan, termasuk:
1. Mesin cepat panas
Kondisi mesin cepat panas padahal baru dipakai adalah salah satu ciri utama radiator bermasalah. Masalah ini juga bisa berasal dari air radiator yang sudah sangat tua dan tidak pernah diganti.
2. Sudah lebih dari 1 tahun
Dalam penggunaan air radiator tentunya memiliki jangka waktu tersendiri. Bagi yang sudah lama tidak menggantinya, memang perlu sesekali menggantinya agar sistem pendingin mesin mobil Anda tetap bekerja maksimal.
3. Warna air radiator berubah
Warna air radiator bervariasi. Umumnya berwarna hijau terang. Perhatikan saat mengganti dengan air radiator baru dan lihat kembali dalam jangka waktu beberapa bulan. Jika warnanya sudah berubah menjadi gelap dan kotor, berarti air radiator sudah saatnya diganti.
Cara menguras air radiator mobil
Mengosongkan air dari radiator mobil secara mandiri cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Anda hanya perlu menyiapkan beberapa alat dan perlengkapan sederhana untuk menguras air radiator.
1. Panaskan mesin mobil
Sebelum menguras air dari radiator, pastikan untuk menghidupkan mesin mobil sejenak hingga menjadi hangat. Kemudian setelah pemanasan matikan mesin mobil dan tunggu hingga dingin kembali.
2. Buka tutup radiator
Untuk mengurasnya, Anda perlu membuka tutup radiator dan melepas sekrup radiator. Nanti air radiator akan keluar dan menunggu sampai habis.
3. Tutup sekrup penguras dengan aman
Setelah air radiator dikeluarkan dengan bersih, tutup kembali sekrup penguras dan isi ulang air radiator.
4. Kembalikan posisi radiator seperti semula
Setelah mengisi ulang air radiator, pastikan untuk menutup kembali tutup radiator dan mengembalikannya seperti semula.
Setelah keempat langkah ini selesai, coba nyalakan mesin mobil Anda tanpa menyalakan AC. Hal ini dilakukan untuk mengecek apakah kondisi radiator bekerja dengan baik.
Setelah itu matikan mesin mobil dan periksa kembali air radiator. Mungkin masih kurang, isi ulang air radiator di reservoir sesuai dengan takaran yang tersedia di tempat Anda.
Pentingnya menguras air dari radiator mobil
Air radiator terkadang cukup disepelekan oleh sebagian pengguna mobil. Bahkan, tak jarang ada yang mengisi radiator hanya dengan air.
Bahkan jika Anda tidak menggunakan air radiator yang tepat, kondisi radiator bisa cepat rusak akibat karat dari air kotor yang digunakan. Namun, dalam keadaan darurat, saat radiator kehabisan air, situasi ini tidak bisa dihindari.
Namun saat Anda sampai di rumah, selalu pastikan Anda mengecek ulang atau membawa mobil ke bengkel untuk diservis.
Selain itu, radiator yang berfungsi sebagai sistem pendingin mobil memegang peranan yang sangat penting. Jika radiatornya sendiri yang rusak, jelas performa mesin akan berkurang bahkan bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar.
Untuk menghindarinya, perlu dilakukan perawatan hingga pergantian air radiator secara berkala setiap 6 bulan sekali.
Merawat mobil dengan baik tentu akan membuat harga jualnya tetap stabil. Pastikan untuk merawat kendaraan Anda agar harga jualnya tidak turun.
Jangan lupa untuk memilih mitra tepercaya saat menjual mobil Anda, seperti OLX Autos, yang dapat menawarkan penawaran terbaik dan pembayaran instan.
Hindari proses jual beli mobil yang ribet dan #PilihPasti menguntungkan dan aman di OLX Autos. Prioritas kami adalah keamanan transaksi, sehingga jual beli mobil bisa lebih nyaman. Anda bisa mendapatkan pembayaran instan dan tanpa biaya tersembunyi!
