momobil.id – Salah satu cara untuk menjaga kondisi mobil adalah dengan menghangatkan mesin saat jarang digunakan. Mobil yang dibiarkan begitu saja di garasi tentunya akan menyebabkan performa mesin menurun. Agar performa mesin awet, berikut beberapa cara menghangatkan mobil bekas yang jarang dipakai!
Mengapa perlu menghangatkan mobil?
Melakukan pemanasan mobil secara rutin dapat berdampak baik pada kondisi mesin dan komponennya. Berikut beberapa manfaat melakukan pemanasan mobil secara rutin.
- Menjaga agar oli tetap bersirkulasi di dalam kendaraan sehingga melumasi seluruh bagian mesin mobil dengan baik.
- Mampu meningkatkan suplai energi listrik ke baterai sehingga kondisinya tetap awet.
- Pemanasan mesin dapat mencegah mobil mengalami kemungkinan kebocoran kompresi.
Cara menghangatkan mobil yang jarang dipakai
Jika mobil jarang digunakan dan perlu dihangatkan, berikut beberapa tips menghangatkan mobil dengan benar agar tidak merusaknya.
1. Cek kondisi mobil
Sebelum melakukan pemanasan mobil yang jarang digunakan, pastikan kondisi mobil dalam keadaan baik. Periksa cairan pendingin, baterai, dan level oli mesin di dalam mobil. Pastikan mobil tidak mengalami masalah mekanis sebelum melakukan pemanasan. Selain itu, cek juga kondisi bodywork dan interior mobil.
2. Periksa aki mobil
Salah satu masalah yang sering muncul pada mobil yang jarang digunakan adalah aki yang lemah. Kondisi aki yang mati atau lemah menyebabkan mobil tidak bisa menyala. Sebelum memanaskan mobil, periksa apakah aki dalam kondisi baik. Pengisian ulang dan penggantian diperlukan saat aki mobil dalam kondisi buruk.
3. Periksa tekanan bahan bakar
Tekanan bahan bakar pada mobil bermesin injeksi akan berkurang jika tidak melakukan pemanasan dalam waktu lama. Bahan bakar tidak keluar dari injektor untuk menghidupkan mesin saat tekanan bahan bakar rendah. Jika ini terjadi, coba putar kunci gearbox bolak-balik agar pompa bahan bakar menyala.
4. Perhatikan berapa lama mobil Anda melakukan pemanasan
Setiap mobil memiliki teknologi mesin yang berbeda. Oleh karena itu, durasi memanaskan mobil perlu disesuaikan. Mobil dengan teknologi injeksi cukup dihangatkan kurang lebih 5 menit. Sedangkan mobil yang menggunakan karburator atau mobil dengan teknologi lawas dihangatkan sekitar 10-15 menit. Mobil perlu dihangatkan minimal dua minggu sekali untuk menjaga performanya.
Selain itu, pemilik mobil juga perlu mewaspadai putaran kipas radiator. Ini menunjukkan waktu optimal untuk menghangatkan mobil ke suhu kerja. Untuk menjaga performa aki atau aki, mobil dipanaskan hingga putaran 1500 RPM.
Baca juga: Kenali dampak buruk memanaskan mesin mobil di garasi
5. Buka Jendela dengan Pemanasan Mobil
Sirkulasi udara di kabin mobil yang jarang digunakan bisa jadi buruk. Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan untuk membuka jendela saat mobil sedang melakukan pemanasan. Membuka kaca depan memungkinkan udara kotor keluar dari mobil dan mencegah jok berbau tidak sedap akibat bakteri dan kotoran yang menempel.
6. Perhatikan Indikator di Dashboard
Masalah kelistrikan bisa terjadi saat mobil tidak melakukan pemanasan dalam waktu lama. Saat memanaskan mesin, perhatikan lampu indikator mobil. Pastikan lampu indikator menyala saat mobil dihidupkan dan padam beberapa saat saat mesin memanas.
7. Jangan langsung menyalakan AC
Saat memanaskan mesin mobil, diamkan selama beberapa menit. Hindari langsung menyalakan AC mobil saat mobil baru dihangatkan. Mesin membutuhkan suhu optimal dan arus listrik yang optimal setelah mobil tidak digunakan dalam waktu lama.
Menyalakan AC dapat membebani kinerja mesin. Sebab, AC baru menyala saat suhu mesin mencapai titik normal.
8. Tidak perlu menginjak pedal gas
Tak sedikit pemilik mobil yang keliru menginjak gas saat mobil baru melakukan pemanasan. Sebaiknya hindari hal ini, karena mesin belum dilumasi dengan baik dengan oli saat mobil sudah lama tidak melakukan pemanasan. Selain boros bahan bakar, takut menginjak pedal gas sehingga menyebabkan berbagai komponen bergesekan dan rusak.
9. Periksa dan aktifkan fitur di dalam mobil
Setelah suhu mesin benar, periksa dan jalankan fitur mobil. Coba cek berbagai fitur seperti buka penutup jendela, nyalakan lampu mobil, nyalakan wiper, aktifkan defogger dan nyalakan audio mobil.
10. Hangatkan mobil di luar ruangan
Memanaskan mesin saat kendaraan berada di garasi berdampak buruk. Knalpot mobil mengeluarkan gas buang berupa karbon monoksida (CO) yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan untuk melakukan pemanasan mobil di area terbuka.
11. Di sekitar area sekitar rumah
Ban mobil yang dibiarkan terlalu lama akan menunjukkan bintik-bintik kempes. Ini adalah kondisi dimana permukaan ban tidak rata dan cenderung rata karena merupakan tumpuan bobot kendaraan. Oleh karena itu, panaskan mobil dan kendarai di sekitar area rumah minimal dua minggu sekali selama 15 menit.
Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan saat melakukan pemanasan mobil yang jarang digunakan. Untuk tips dan trik momobil.id lainnya, klik Di Sini!
