Bawaslu Dorong Peserta Pemilu Sediakan Juru Bahasa Isyarat dalam Kampanye

MerahPutih.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendorong peserta pemilu untuk menyediakan penerjemah tuna wicara pada setiap kampanye di Pemilu 2024.
Bos Bawaslu, rahmat bagja juga meminta KPU menetapkan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah bagi penyandang disabilitas dapat diakses.
Baca juga
Bawaslu diminta mengeluarkan aturan baru tentang kampanye
Lebih lanjut Rahmat Bagja menjelaskan, Bawaslu juga mengimbau seluruh TPS yang ada tuna netranya untuk menyediakan model dalam huruf braille.
“TPS yang sulit dijangkau, misalnya, harus rata dan tidak sulit dijangkau oleh penyandang disabilitas. Ini tergantung dari Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan bekerja ke depan dan Kami mendorong KPU untuk menentukan akses TPS mana yang terbaik,” ujarnya di Bogor, Selasa (21/2).
Selain itu, kata Bagja, Bawaslu meluncurkan peluncuran pos pemeriksaan hak pilih dan menyediakan call center bagi kelompok rentan. Pria kelahiran Medan itu juga menjelaskan, Bawaslu telah memetakan kerentanan kelompok rentan di setiap daerah.
Baca juga
Bawaslu DKI menginstruksikan Satpol PP menertibkan baliho partai dan calon
Ia juga berharap RT dan RW mengambil peran dalam memberikan bantuan kepada kelompok rentan. Hal-hal tersebut akan dilakukan termasuk strategi pencegahan dan kerentanan bagi pemilih rentan.
“Jadi kami berharap ke depan tidak ada lagi pemilih rentan yang tidak memiliki akses,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagja juga menjelaskan bahwa beberapa kelompok rentan dalam pilkada.
“Ini adalah pengungsi, pekerja migran, penyandang disabilitas, pemilih pemula, masyarakat adat dan orang-orang dengan masalah manajemen populasi,” pungkas Bagja. (Knu)
Baca juga
Bawaslu, awas pencurian data pemilu 2024
