Kamis, 16 Februari 2023, 12:37 WIB
HARI Dengan ini, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akan memilih siapa yang akan menjadi kapten tertinggi federasi sepak bola Indonesia periode berikutnya. Keputusan PSSI mempertahankan KLB tadi sejalan dengan rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta Independen Tragedi Kanjuruhan (TGIPF).
Di balik hiruk pikuk kongres tentang siapa yang akan menjadi top note, yang sangat disesalkan adalah ketergantungan pada sosok presiden umum. Tidak salah memang, namun sosok presiden jenderal tidak boleh menjadi sentral jika sistem manajemen sepakbola berjalan dengan baik. Jika sistem manajemen sudah profesional maka sosok presiden umum hanya akan menjadi penguat dan bukan pusat manajemen sepak bola.
Tapi ini olahraga di Indonesia, termasuk sepak bola. Dimana sosok ketua umum menjadi penting dalam laju organisasi. Selain ketergantungan pada sosok presiden umum, harus diakui masih banyak persoalan yang terjadi di sepak bola Indonesia yang harus diselesaikan. Nah, di antara isu-isu tersebut, saya melihat ada 6 fokus pekerjaan rumah presiden dan timnya ke depan:
1. Markas PSSI, termasuk kantor permanen PSSI dan pusat pelatihan dan pengembangan sepak bola untuk tim nasional dan untuk program pengembangan.
Hal ini sudah dijanjikan oleh presiden periode sebelumnya, namun tidak dipenuhi. Hingga program FIFA Forward 2.0 yang fokus pada pendampingan pendanaan infrastruktur belum maksimal. Semoga dengan semangat kepengurusan yang baru, kita bisa melihat markas PSSI tahun depan.
2. Pengembangan Sepak Bola di Kabupaten/Kota
Poin satu memang hal yang harus menjadi PR manajemen ke depan. Namun PR terbesar adalah bagaimana menata Pembinaan Sepakbola di basis melalui Asprov (Asosiasi Provinsi) dan Askot (Asosiasi Kota). Sudah saatnya pimpinan organisasi di tingkat kota dan kabupaten menerima bantuan keuangan yang memadai.
Tujuannya agar mampu melakukan kegiatan pembinaan dan pengembangan. Misalnya, mungkin ada sponsor yang dibagikan di tingkat nasional sehingga bisa juga dipecah menjadi sponsor kegiatan di kabupaten kota sehingga pelatihan akar rumput dapat hidup dan berkembang.
3. Wasit
Wasit selalu menarik perhatian publik pecinta sepak bola, mungkin sebaiknya dimulai dengan ide membentuk badan wasit profesional independen di luar PSSI tetapi diawasi oleh PSSI. Cara ini dilakukan oleh Inggris dengan PGMOL yang dikelola dengan baik oleh para profesional.
Dengan begitu, gangguan terhadap profesionalisme wasit bisa diminimalkan. Badan arbitrase profesional independen juga akan dapat memaksimalkan kinerja arbiter karena lebih akurat dalam pengembangan, penilaian, evaluasi bahkan pemantauan.

Ikuti berita Sportsstars di berita Google





