TENIS Inggris, Emma Raducanu melewati masa sulit dalam karirnya. Usai menjuarai US Open 2021, performanya jauh dari ekspektasi. Mau tidak mau, ia pun disarankan untuk rehat dari dunia tenis untuk membenahi pola pikirnya.

Sebelumnya, Raducanu harus menelan banyak hasil minor usai merebut gelar US Open. Bahkan, dia terancam absen di Wimbledon 2023 setelah menjalani operasi cedera lengan.

Tekanan kemenangan sepertinya membuat petenis berusia 20 tahun itu semakin frustrasi. Sempat menduduki peringkat 10 dunia pada 11 Juli 2022, kini peringkat Raducanu turun menjadi peringkat 130.

Emma Raducanu mundur dari Madrid Open 2023 (Foto: REUTERS)
Emma Raducanu mundur dari Madrid Open 2023 (Foto: REUTERS)

saat diwawancarai Waktu, petenis kelahiran Toronto itu mengaku sudah putus asa dengan performa dan mentalitasnya. Nyatanya, dia merasa bahwa semua yang dia lakukan sepertinya tidak mengarah ke mana pun, jauh dari apa yang dia harapkan.

“Saya bergumul dengan rasa sakit fisik, tetapi sisi mental sangat sulit bagi saya. Saya selalu ingin mengeluarkan versi terbaik dari diri saya, atau saya berusaha keras untuk melakukan itu tetapi saya tahu saya tidak bisa,” dia dikatakan.

Namun, kondisi tersebut justru dipahami oleh legenda tenis Rennae Stubbs. Menurutnya, wajar jika Raducanu mengalami tekanan mental.

Stubbs berharap petenis muda itu tidak menyia-nyiakan bakatnya. Perempuan yang pernah melatih Serena Williams itu pun menyarankan agar Raducanu beristirahat selama setahun penuh hingga kondisinya benar-benar pulih hingga 100 persen.