Mobil  

Mengapa Bunyi Klakson Setiap Kendaraan Berbeda?

momobil.id – Klakson merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lain. Jika diperhatikan, bunyi klakson tiap kendaraan berbeda-beda. Jadi mengapa ini?

Mengapa klakson berbunyi berbeda?

Klakson kendaraan seperti sepeda motor, mobil, truk dan bus memiliki bunyi yang berbeda-beda. Ini karena penggunaan jenis tanduk yang berbeda. Secara umum, kendaraan yang lebih besar memiliki klakson yang lebih keras. Bunyi klakson disesuaikan dengan jenis dan ukuran kendaraan.

jenis tanduk

Klakson dibedakan menjadi dua jenis, yaitu klakson elektrik (hal.klakson listrik) dan klakson angin (tanduk udara). Klakson listrik terbagi menjadi dua jenis, yaitu klakson listrik arus bolak-balik (AC) dan klakson listrik arus searah (DC). Berikut pembahasannya!

1. Klakson listrik AC

Jenis klakson ini juga dikenal sebagai klakson AC. Klakson jenis ini menggunakan magnet listrik untuk menghasilkan suara. Magnet listrik memiliki kutub yang berubah dari selatan ke utara dan sebaliknya. Pergeseran kutub ini terjadi akibat perubahan frekuensi arus listrik. Arus bolak-balik menghasilkan getaran di selaput klakson, menghasilkan suara.

Baca juga:  Kendaraan barang berat seberat 40 ton yang ditenagai oleh power train listrik hidrogen

Jenis klakson listrik arus bolak-balik mengikuti putaran mesin. Saat mesin idle, frekuensi getaran yang dihasilkan akan berkurang. Biasanya, arus bolak-balik digunakan oleh kendaraan roda dua.

2. Klakson listrik arus searah

Klakson jenis ini sering disebut klakson arus searah karena tidak ada perubahan frekuensi arus. Klakson DC biasanya memiliki kontak pemutus untuk mencegah klakson berbunyi terus menerus. Klakson jenis ini menghasilkan suara seperti klakson mobil.

Agar sistem dapat bekerja, arus listrik akan mengalir menuju magnet listrik pada saat kontak pemutus tertutup. Setelah itu, plunger dan membran akan tertarik ke arah magnet listrik dan kontak pemutus sirkuit juga akan terbuka akibat hilangnya gaya magnet. Proses tersebut akan berulang dan menghasilkan suara getar dari klakson.

Ada dua jenis klakson DC, yaitu klakson DC siput dan klakson DC cakram.

  • klakson cakram (tanduk cakram) = Jenis klakson ini berbentuk ramping dan menghasilkan suara menggunakan resonansi cakram. Komponen tanduk cakram meliputi kapasitor, membran, pegas, jangkar, magnet, dan pelat resonansi.
  • tanduk keong (Keriuhan di pawai) = Jenis tanduk ini menyerupai corong yang panjang dan panjang. Suara yang dihasilkan memiliki harmonisasi karena dilengkapi dengan bass. Biasanya, klakson keong digunakan oleh kendaraan Eropa.
Baca juga:  Pergerakan Kendaraan Menuju Jabodetabek Mulai Menurun

3. Tanduk udara (tanduk)

Klakson jenis ini memiliki bentuk terompet. Umumnya tanduk udara atau klakson udara yang digunakan oleh kendaraan besar seperti bus, truk, dan kereta api. Klakson udara menghasilkan suara yang lebih keras karena digunakan untuk kendaraan besar.

Untuk mengetahui cara kerjanya, klakson jenis ini menggunakan udara bertekanan untuk menghasilkan suara. Udara terkompresi dihasilkan dari kompresor listrik dan kompresor udara. Pada umumnya klakson udara menghasilkan suara yang cepat karena kompresor atau sumber udara berada dekat dengan klakson.

Baca juga: Ketahui manfaat dan cara memasang relai klakson

Arti dari tanduk

Meski digunakan untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan lain, klakson tidak boleh digunakan sembarangan. Ada arti khusus saat meniup klakson. Berikut penjelasannya.

Itu. Klakson tunggal dan lambat

Pada umumnya membunyikan klakson satu kali dengan cepat dan pelan digunakan untuk menyapa atau berterima kasih kepada pengguna jalan lain. Biasanya pengendara lain juga mengembalikan klakson sebagai ucapan terima kasih.

B. Klakson tunggal dan ditekan

Dia membunyikan klaksonnya sekali dan mendesak untuk melewati pengemudi lain. Ada kalanya pengemudi lain mengendarai kendaraannya dengan lambat. Untuk menyalip, tekan klakson sekali dan tekan perlahan untuk memperingatkan kendaraan.

Baca juga:  Gibran Bakal Gelar Nobar Setiap Persis Bertanding Tandang

w. Tanduk dua kali dan ditekan

Meniup klakson dua kali sambil ditekan dilakukan untuk memperingatkan kendaraan atau pengguna jalan. Terkadang ada pengguna jalan yang menyeberang secara tiba-tiba. Menekan klakson dua kali memberi sinyal kepada pengguna jalan lain bahwa kendaraan akan bergerak.

D. Klakson berulang dan tekanan yang dalam

Klakson berulang kali dan menekan dalam-dalam adalah tanda bahwa ada keadaan darurat atau konvoi. Jika pengemudi mendengar klakson berulang kali, lihat sekeliling untuk melihat apakah ada keadaan darurat atau konvoi.