SEPUTARPANGANDARAN.COM – Siomay merupakan salah satu jenis dim sum yang merupakan makanan tradisional China.
Namun saat ini telah lebih banyak mengalami perubahan-perubahan yang inovatif salah satunya bahan yang digunkan menggunakan hasil laut dari Pantai di Pangandaran yaitu ikan Tengiri.
Ikan Tengiri memiliki kandungan gizi yang tinggi terdiri dari kandungan air 76,45 %, protein 19,73 %, lemak 1,90 % dan kadar abu sebanyak 1,54 %.
Penggunaan ikan sebagai bahan utama dilakukan bukan tanpa sebab tetapi karena daging ikan memiliki tekstur daging yang kenyal, rapat dan mampu mengeluarkan aroma yang dapat menggugah selera (Muthohar dan Setyanova 2004 dalam Indrawati 2016).
Siomay ikan tentunya memiliki gizi yang baik untuk tubuh baik itu siomay yang dijual di supermarket maupun di tempat lainnya, menurut Nessianti (2015) menyatakan bahwa pada 100 gram siomay ikan mengandung protein 3,88 %, lemak 8,91 %, kadar air 12,08 %, kadar abu 4,92 %, serat 7,84 dan karbohidrat 8,40.
Menurut Dekaputro dan Prabowo (2018 ) strategi pemasaran ini terdiri dari tiga elemen, yaitu segmentasi, targeting, dan positioning.
Segmentasi sebagai mapping strategy, targeting sebagai pengalokasian sumberdaya perusahaan secara efektif, dan positioning sebagai pemilihan posisi pemasaran yang dapat dipercaya dalam benak konsumen.
Tahukah kalian jika harga siomay itu bermacam-macam ?
Harga siomay dipasaran dimulai dari dibawah Rp. 20.000 dan hingga diatas Rp. 50.000 sesuai dengan bahan baku yang digunakan.
Pemasaran ikan dilakukan dengan menggunakan ICT (Information and Communication Technology) yaitu dengan menggunakan metode ini pemasaran dan penjualan dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu (Jinling 2009 dalam Quaddus 2008).
Pemasaran juga dilakukan secara langsung dimana konsumen datang mengunjungi toko penjual atau supermarket dan pasar terdekat.
Selain sebagai sumber gizi siomay juga dapat menghasilkan keuntungan yang tidak dapat dibilang kecil, keuntungan siomay yaitu sebesar Rp.3.021.528.467/tahun dan memiliki nilai B/C 1.53 dimana yang memiliki arti bahwa produk ini layak untuk diusahakan (Yudaswara et al 2018).
Segmentasi pasar produk siomay ikan ini dilakukan secara demografi yaitu membagi pasar berdasarkan berbagai kalangan baik itu umur (anak-anak, remaja hingga dewasa), pendapatan dan pekerjaan dengan harga yang terjangkau dan penjual yang mudah ditemukan dimana-mana membuat siomay menjadi salah satu jajanan yang digemari oleh konsumen.
Dengan menonjolkan gizi yang terkandung dalam siomay dan memaksimalkan pemasaran sehingga volume penjualan siomay di Pangandaran dapat meningkat.
Penulis :
Mia Nurhidayati
( Mahasiswa Perikanan UNPAD)
Prof. Dr. Ir. Junianto, MP.
(Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD)
Aulia Andhikawati, S.Pi., M,Si.
( Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNPAD)
Referensi :
Nessianti, A. 2015. Pengaruh Penambahan Puree Labu Siam (Secium edule) Terhadap Sifat Organoleptik Siomay Ikan Tenggiri (Scomberomorus Commersoni). e-Jurnal Boga, 4 (3): 79-84.
Yudaswara, R. A., A. Rizal. R. I. Pratama dan A. A Suryana. 2018. Analisis Kelayakan Usaha Produk Olahan Berbahan Baku Ikan Nila (Oreochromis niloticus) (Studi Kasus di CV Sakana Indo Prima Kota Depok). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9 (1): 104-111.





