Jejak Jeje Wiradinata di Pangandaran Diganjar Anugerah Kabar Priangan 2026
PANGANDARAN — Mantan Bupati Pangandaran dua periode, H. Jeje Wiradinata, menerima Anugerah Kabar Priangan 2026 dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 media harian tersebut. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh manajemen Kabar Priangan saat berkunjung ke kediaman Jeje di Pangandaran.
Jeje dinilai memiliki peran sentral sebagai perintis sekaligus peletak fondasi pembangunan Pangandaran sejak daerah di pesisir selatan Jawa Barat itu resmi memisahkan diri dan berdiri sebagai kabupaten otonom.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Pangandaran sejak awal berdiri,” demikian bunyi pernyataan resmi manajemen Kabar Priangan.
Pemberian anugerah ini bukan semata seremoni rutin saban tahun. Penyelenggara menilai langkah strategis serta gagasan yang diinisiasi Jeje pada masa awal pembentukan daerah telah memberi dampak konkret bagi arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran hingga hari ini.
Menerima Penghargaan, Menjaga Kritik
Ditemui usai penyerahan penghargaan, Jeje mengaku tidak menyangka akan dikunjungi jajaran manajemen Kabar Priangan. Politikus senior ini menyebut apresiasi tersebut sebagai sebuah kehormatan yang tidak pernah ia sangka.
”Saya terkejut, senang, sekaligus bangga. Kehadiran teman-teman Kabar Priangan menjadi kehormatan bagi saya,” ujar Jeje.
Ia menegaskan, seluruh kiprahnya selama memimpin Pangandaran didasari niat mengabdi, bukan demi memburu penghargaan ataupun jabatan. Bagi Jeje, nilai seorang tokoh tidak diukur dari posisi struktural yang pernah diemban, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan publik.
Kendati masa jabatannya sebagai bupati telah usai sekitar satu setengah tahun lalu, Jeje mengaku tetap memantau dinamika pembangunan di daerahnya. Ia menyatakan mendukung penuh pemerintahan Bupati Pangandaran saat ini, Citra Pitriyami, untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dirintis.
Namun, dukungan tersebut tidak berarti cek kosong. Jeje menegaskan dirinya tidak akan ragu melayangkan kritik apabila melihat kebijakan pemerintah daerah berjalan tidak optimal.
”Kalau ada persoalan yang perlu perhatian, tentu akan saya sampaikan. Kritik yang saya berikan bertujuan mendorong pemerintah agar bergerak lebih cepat dan menemukan solusi terbaik,” kata kader senior PDI Perjuangan itu.
Beberapa isu krusial yang masih berada dalam catatannya antara lain keberlanjutan keberadaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran di Pangandaran, hingga polemik penanganan aktivitas tongkang batu bara yang sempat memicu sorotan publik.
Bagi Jeje, Anugerah Kabar Priangan 2026 ini bukan penanda garis akhir, melainkan pemantik untuk terus bersuara dan berkontribusi bagi masyarakat Pangandaran—meski kini dari luar lingkaran kekuasaan.



