Dansatpom soal Lokasi Pemuda Tewas Terbakar di Halim: Daerah Ring 1

Dansatpom mengenai Lokasi Pemuda Tewas Terbakar pada Halim: Daerah Ring 1

Satuan Polisi Militer (Satpom) TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma mengatakan lokasi penemuan jasad CHR (16), yang mana tewas terbakar merupakan daerah ring satu

CHR ditemukan tewas pada Pos Spion ujung landasan 24, pada Minggu (24/9) malam.

Dansatpom TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma, Letkol Made Oka Darmayasa mengatakan lokasi itu sejatinya bukanlah area yang tersebut sanggup dilewati sembarang orang.

“Untuk lokasi, Pos Spion pada Ujung Landasan 24 Halim Perdanakusuma, itu merupakan daerah Ring 1. Jadi bukan ada sembarang orang yang digunakan bisa saja lewat situ,” ucapnya dalam konferensi pers bersama Polres Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (26/9).

Made juga mengonfirmasi bahwa korban merupakan anak dari perwira menengah (pamen) AU yang dimaksud tinggal di tempat lingkungan Halim.

“Setelah dilaksanakan olah TKP, kami mengetahui bahwa korban merupakan anak dari anggota TNI AU, perwira menengah, keluarga besar TNI AU, yang digunakan tinggal di tempat lingkungan Halim,” kata Made.

Dalam hal ini Satpom AU bekerjasama dengan Polres Metro Jakarta Timur dalam melakukan olah TKP.

Baca juga:  Kapolda Kaltara Siap Diperiksa Terkait Kematian Brigadir Setyo

Pisau hingga 11 CCTV disita

Dalam temuannya, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata mengatakan pihaknya telah lama mengamankan beberapa barang bukti.

Barang bukti hal tersebut ialah satu bilah pisau, satu pasang sandal berwarna biru, satu baju bekas terbakar, satu celana bekas terbakar, satu map bekas terbakar, tiga kantong serpihan atau abu bekas terbakar, lalu satu buah tutup botol berwarna merah.

Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa jumlah CCTV yang mana berada di dalam sekitar lokasi. Namun, Leonardus belum mau memberikan keterangan lebih lanjut sangat jauh persoalan CCTV lantaran masih dalam proses penyelidikan.

“Ada, 11 unit (CCTV),” ucapnya.

Leonardus mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum et repertum dan hasil autopsi dari Puslabfor Mabes Polri. Sehingga pihaknya belum sanggup menegaskan penyebab kematian tersebut.

“Untuk penyebab daripada meninggalnya korban ini belum sanggup diambil kesimpulan, lantaran kita sedang memintakan visum et repertum kemudian juga dari hasil autopsi. Kita masih dalam proses penyelidikan lalu pendalaman,” ucapnya.

Baca juga:  Muhammad Ferarri Tempuh Pendidikan Polisi, Thomas Doll Tak Bisa Melarang

Leonardus mengatakan saat ini pihaknya tengah memeriksa beberapa jumlah saksi untuk dimintai keterangan.

“Untuk sementara 5 sudah diperiksa, kemudian ada tambahan hari ini ada tiga yang dimaksud akan diperiksa identik hari ini berarti 8,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia