Kapolda Kaltara Siap Diperiksa Terkait Kematian Brigadir Setyo

Kapolda Kaltara Siap Diperiksa Terkait Kematian Brigadir Setyo

Kapolda Kalimantan Utara () Irjen Daniel Aditya Jaya mengaku siap diperiksa terkait kasus kematian pengawal pribadinya Brigadir Setyo Herlambang.

Hal itu disampaikan Daniel merespons pernyataan yang menyebut dirinya juga berpeluang diperiksa dalam kasus tersebut.

“Apabila dibutuhkan untuk menimbulkan terang hambatan ini, saya siap untuk diklarifikasi,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (29/9).

Daniel menegaskan dari awal proses pengusutan kasus kematian Brigadir Setyo yang digunakan digunakan tewas tertembak senjata api juga sudah berjalan secara transparan. Terlebih, kata dia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga sudah memerintahkan agar diusut secara tuntas.

“Polri sudah transparan dari awal penanganan kasus ini, juga Pimpinan Polri sudah¬†berkomitmen untuk mengusut hambatan ini secara obyektif,” jelasnya.

Oleh karenanya ia memohon umum agar bukan berspekulasi terlalu jauh, juga menunggu proses penyelidikan yang dimaksud sedang dijalani tim gabungan dari Polda Kaltara juga Mabes Polri.

“Mari kita sama-sama menunggu serta biarkan tim dari Polda Kaltara juga Mabes Polri bekerja dulu. Nanti hasilnya kita akan sama-sama mengetahuinya,” kata dia.

Baca juga:  Kabaharkam Bilang Anggota Polri yang Tidak Netral dalam pilpres 2024 Bisa Kena Sanksi

Sebelumnya Mabes Polri mengaku tak menghentikan kemungkinan akan memeriksa Kapolda Kaltara Irjen Daniel Aditya terkait kasus kematian pengawal pribadinya Brigadir Setyo Herlambang.

Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan pemeriksaan akan diimplementasikan oleh Propam Polri apabila memang dibutuhkan keterangan dari Daniel selaku pimpinan Setyo.

Hanya saja, sampai saat ini Sandi mengatakan masih belum ada pemeriksaan yang digunakan dimaksud dilaksanakan terhadap Daniel dalam kasus tersebut.

“Apabila Pak Kapolda, memang terkait kesulitan itu, sanggup diperiksa, tapi sampai dengan saat ini belum diperiksa,” ujarnya kepada wartawan, di tempat tempat Gedung Tribrata, Rabu (27/9).

Sandi menjelaskan saat ini tim Propam Polri yang tersebut mana sudah pernah dikerahkan ke Polda Kaltara masih akan memeriksa saksi-saksi lain terlebih dahulu. Jika nanti dari hasil gelar perkara dibutuhkan keterangan Daniel, maka pemeriksaan baru akan dilakukan.

“Nanti akan disimpulkan dari hasil penyelidikan-penyelidikan juga nanti akan digelar apakah dibutuhkan atau tidak,” jelasnya.

Setyo ditemukan tewas di dalam area rumah dinas Kapolda Kaltara pada Jumat (22/9) sekitar pukul 13.10 WITA. Ia diduga baru pulang salat Jumat lalu membersihkan senjata api miliknya dalam dalam kamar.

Baca juga:  Mabes Polri Kerahkan 78 Kapal Bantu Mobilitas Pemudik Selama Lebaran

Saat ditemukan, jenazah Setyo bersimbah darah. Di sampingnya tergeletak senjata api jenis HS-9 dengan nomor senpi HS178837. Senjata yang milik Setyo yang mana dimaksud merupakan inventaris dinas.

Hasil olah TKP sementara diyakini korban saat itu pribadi diri pada dalam kamarnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Stefanus Satake mengungkapkan berdasarkan hasil autopsi, Setyo meninggal akibat pendarahan parah. Pendarahan itu disebabkan oleh tembakan pada dada kiri yang mana yang menembus hingga jantung juga parunya.

“Sebab meninggal adalah luka tembak pada dada sisi kiri yang digunakan menembus jantung juga juga paru mengakibatkan pendarahan hebat,” kata Stefanus saat dikonfirmasi, Minggu.

Sumber: CNN Indonesia