Pandemi Covid menyebabkan kematian hampir 15 juta orang di seluruh dunia, menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.

Jumlah ini lebih tinggi 13% dibandingkan yang diperkirakan dalam lebih dua tahun ini.

WHO meyakini banyak negara yang perhitungannya tidak menyeluruh terkait korban meninggal, dengan sekitar 5,4 juta orang yang dilaporkan.

Rasio kematian akibat pandemi di Indonesia pada 2020 dan 2021, sebagaimana disebutkan dalam laporan WHO, tujuh kali lipat dari angka yang dilaporkan secara resmi.

Di India, terdapat 4,7 juta kematian akibat Covid, kata WHO, 10 kali lebih tinggi dari angka resmi atau sekitar sepertiga dari angka kematian dunia.

Pemerintah India mempertanyakan perkiraan itu dengan mengatakan mereka “khawatir” tentang metodologinya, namun kajian lain juga memiliki kesimpulan yang sama terkait skala kematian di India.

Korban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi - WHO

© BBCKorban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi – WHO

Penghitungan yang dilakukan oleh WHO disebut excess deaths – jumlah orang meninggal yang melampaui angka kematian normal di sebuah wilayah sebelum pandemi.

Penghitungan ini juga mencakup kematian yang tidak langsung disebabkan Covid. Misalnya orang yang tak bisa masuk rumah sakit karena rumah sakit penuh akibat Covid. Jumlah ini juga mencakup wilayah yang pencatatan kematiannya buruk dan jumlah tes tak memadai pada awal terjadi pandemi.

Baca juga:  Tangani Covid-19, Ini Arahan Wapres RI Kepada Kepala Daerah se-Jabar

Namun WHO mengatakan mayoritas dari jumlah kematian sebanyak 9,5 juta orang, di atas angka resmi 5,4 juta yang dilaporkan, adalah akibat virus corona dan bukan kematian tak langsung.

Korban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi - WHO

© BBCKorban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi – WHO

Menyoal besaran angka kematian dalam pandemi ini, Dr Samira Asma dari departemen data WHO mengatakan “Ini adalah tragedi”.

“Ini adalah angka yang mengejutkan dan penting bagi kita untuk menghormati mereka yang tiada, dan kita harus meminta pertanggungjawaban dari para pembuat kebijakan,” ujarnya.

“Jika kita tidak menghitung korban meninggal, kita akan kehilangan kesempatan untuk melakukan persiapan lebih baik di masa mendatang.”

Selain India, negara-negara dengan jumlah excess deaths tertinggi mencakup Rusia, Indonesia, Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, dan Peru–sebagaimana dilaporkan WHO. Jumlah korban di Rusia bahkan mencapai 3,5 kali lipat jumlah kematian yang dicatat negara tersebut.

Laporan ini juga meninjau tingkat excess deaths dibandingkan jumlah populasi negara masing-masing. Tingkat kematian di Inggris–seperti AS, Spanyol, dan Jerman, berada di atas rata-rata dunia selama 2020 dan 2021.

Korban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi - WHO

© BBCKorban meninggal akibat pandemi di Indonesia jauh lebih tinggi – WHO

Negara-negara dengan angka kematian rendah termasuk China – yang masih mengupayakan kebijakan “nol Covid”, menerapkan tes masal dan karantina, Australia yang menerapkan larangan perjalanan, serta Jepang dan Norwegia.

Baca juga:  WHO Sebut Pandemi Corona Akan Berlangsung Lama

Para akademisi yang membantu menyusun laporan mengakui perkiraan mereka lebih spekulatif di negara-negara sub-Sahara Afrika karena tak banyak data kematian di wilayah itu. Tidak ada statistik yang dapat dipertanggung jawabkan di 41 dari 54 negara di Afrika.

Pakar statistik Prof Jon Wakefield, dari Universitas Seattle, Washington, membantu WHO menyusun laporan. Dia mengatakan kepada BBC, “Kami sangat memerlukan sistem pengumpulan data yang lebih baik.”

“Sangat disayangkan tak ada data orang yang meninggal, Jadi kita sangat perlu berinvestasi dalam sistem pendataan negara, sehingga kita bisa mendapatkan data yang akurat,” katanya.