Waspada Burnout Bagi Freelancer – MerahPutih

PEKERJA per pekerja lepas memiliki pekerjaan yang tidak menentu dan bisa datang kapan saja. Oleh karena itu, seorang spesialis psikiatri, dr. Jiemi Ardian, SpKJ mengingatkan bahwa Anda perlu menyadari batasan tubuh Anda untuk menghindari stres.

“Kita perlu belajar untuk memperhatikan keterbatasan tubuh, tidak hanya mengikuti arus kerja dan tuntutan jam kerja,” kata Jiemi, seperti dilansir dari DIANTARASelasa (2/5).

Jiemi yang tergabung dalam Persatuan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia (PDSKJI) ini mengatakan, tubuh manusia sebenarnya memiliki kapasitas yang terbatas. Apalagi jika tubuh hanya banyak duduk, tidak berolahraga dan kurang tidur, maka kapasitas tubuh akan minim sehingga stressor yang dapat diterima tubuh semakin berkurang.

Baca juga:

Bagaimana Anda tahu jika Anda lelah atau malas?

Waspadai Burnout untuk Freelancer
Jangan lupa berolahraga. (Foto: Freepik/tawathaci07)

Begitu pula jika terjadi kekurangan gizi maka energi tubuh akan berkurang, sehingga kemampuan kerja tubuh juga akan menurun.

“Mari kita ingat bahwa olahraga, istirahat, dan pola makan seimbang adalah bagian dari produktivitas, bukan kebalikan dari produktivitas. Jadi, jaga itu. Saat waktunya istirahat, istirahatlah,” kata Jiemi.

Baca juga:  Awal Manis Akbar Arjunsyah, Debut dan Cetak Gol Bagi Persija

“Kadang-kadang Anda mungkin melampaui diri sendiri, tetapi hanya sesekali. Jika Anda terus-menerus berada di lingkungan yang penuh dengan stres dan tidak jelas kapan harus istirahat, mungkin inilah saatnya untuk mempertimbangkan pengurangan jumlah pekerjaan,” lanjutnya.


Baca juga:

Kembali WFO, perhatikan kebugaran

Waspadai Burnout untuk Freelancer
Mulailah membuat prioritas. (Foto: Unsplash/Lilartsy)

Jiemi kemudian mengungkapkan tanda-tanda tubuh mengalami burnout atau stres kronis akibat pekerjaan, termasuk ketika kreativitas berkurang dan seseorang tidak lagi bersemangat bekerja.

Jadi, keterampilan sosial yang berkurang sehingga mereka lebih suka mengasingkan diri dan tidak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya serta memiliki pandangan hidup yang sinis juga merupakan tanda-tanda burnout.

“Lebih baik kita jaga jarak dulu, kurangi stressornya. Memaksakan diri terus-menerus berada di lingkungan yang penuh tekanan sambil menunggu situasi membaik dengan sendirinya biasanya tidak membantu,” kata Jiemi.

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (FKUI) Dr. Endang Parahyanti, M.Psi mengatakan, pembuatan jadwal prioritas kerja juga bisa menjadi cara untuk mencegah stres akibat pekerjaan sehingga dapat terus memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Baca juga:  10 Manfaat Durian Bagi Kesehatan

Menurut Endang, mengelola beban kerja itu penting dengan kemampuan manajemen waktu yang baik.

“Seorang pekerja lepas harus menghitung tuntutan pekerjaan dengan sumber daya yang dimilikinya. Ketika sumber daya yang dimilikinya tidak cukup besar, potensi terjadinya burnout menjadi lebih besar lagi,” pungkas Endang. (Dia)


Baca juga:

5 tips keuangan untuk remaja agar tidak mudah boros




Source link