Kalipucang – Setelah ambruk diterjang banjir sebelum selesai dibangun pada 2016 silam, Jembatan Sintok di Dusun Bantardawa, Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, hingga kini belum ada kabar kapan akan kembali dibangun.
Padahal keberadaannya sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan warga saat akan berkunjung ke desa lain. Pasalnya saat arus sungai deras seperti ini, tanpa ada jembatan warga sulit melintasi Sungai Sintok.
Wawan (33) warga setempat menyampaikan, sudah 6 bulan hujan terus mengguyur wilayah ini dan mengakibatkan air di Sungai Sintok selalu besar dengan arus yang deras.
“Kalau di siang atau malam hari tidak hujan, masih bisa dilewati meskipun susah payah. Namun jika seperti ini terus dan ada keperluan yang sangat kita terpaksa memutar ke jalan yang lebih jauh,” ucapnya, Rabu (10/02/2021).
Baca juga : Lama Diimpikan, Jembatan Bantar Kidang di Cigugur Diresmikan
Menurut Wawan, jika jalan memutar, jaraknya sangat jauh dan waktu tempuh cukup lama dibandingkan jika melewati sungai.
“Biasanya dari rumah ke Desa Ciganjeng, kalau lewat sungai paling 30 menit perjalanan. Namun jika situasi seperti ini bisa sampai 1 jam lebih,” keluhnya.
Kondisi seperti ini, kata Wawan, berdampak pada sekitar 500 kepala keluarga dan berharap Jembatan Sintok dapat kembali dibangun. (Eris Riswana)





