Varian Baru COVID-19 Masih Ditemukan

MerahPutih.com – Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran COVID-19, meski saat ini lambat.

Kepala Departemen Komunikasi dan Layanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk memperkuat vaksinasi, setelah kasus varian baru COVID-19 masih ditemukan di Indonesia.

“Penambahan kasus baru COVID-19 varian Kraken di Indonesia saat ini berjumlah enam pasien sejak pertama kali ditemukan pada Desember 2022,” kata Siti Nadia Tarmizi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/2).

Baca juga:

Kemenkes mengingatkan sebelum pulang untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19

Gejala yang dialami pasien Kraken cenderung ringan, bahkan ada pasien yang tidak menunjukkan gejala, sehingga isolasi mandiri di rumah saja, kata Nadia. Kementerian Kesehatan juga mencatatkan konfirmasi 53 kasus subvarian Orthrus Omicron, varian dengan kasus pertama ditemukan pada sampel dari Lampung pada Oktober 2022.

“Orthrus saat ini masuk dalam kategori World Health Organization (WHO) varian under monitoring (VUM) sebagai salah satu strain varian BA 2.75,” katanya dikutip Antara.

Baca juga:

Menkes akan bertemu pejabat WHO untuk membahas status COVID-19 di Indonesia

Artinya, varian ini diduga memiliki karakteristik virus yang cenderung lebih cepat menyebar, kata Nadia.

Baca juga:  10 Potret Varian Nissan Skyline GT-R R34, Ada yang Jadi Mobil Polisi

Menurut Nadia, varian baru COVID-19 Kraken dan Orthus merupakan subvarian Omicron yang masuk ke Indonesia sejak 2022. Keduanya diperkirakan memiliki infektivitas lebih cepat dari varian sebelumnya.

“Kedua varian virus tersebut memiliki karakteristik lebih menular dibandingkan subvarian sebelumnya. Selain itu, masih belum cukup bukti yang menunjukkan bahwa morbiditas dan mortalitas akibat Orthrus lebih parah dibandingkan subvarian sebelumnya”, tandasnya.

Meski kasus varian COVID-19 Kraken dan Orthrus telah dilaporkan di Indonesia, kata Nadia, sejauh ini perkembangan COVID-19 di Tanah Air masih terkendali sepenuhnya.

“Vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini masih relevan untuk mencegah penyakit parah atau bahkan rawat inap. Ayo segera lakukan vaksinasi sesuai undangan yang terlampir di aplikasi PeduliLindungi,” ujarnya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]

: Pengemudi Ojol meninggal dunia akibat efek samping vaksin COVID-19



Source link