PANGANDARAN, SPC — Insiden maut akibat dahan pohon tumbang kembali terjadi di wilayah Jawa Barat. Seorang warga bernama Dewi Safitri (23) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa dahan kering pohon mahoni saat melintas di Jalan Raya Nasional, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (24/3/2026) malam pukul 23.00 WIB.

​Peristiwa ini terjadi tepat di wilayah Dusun Ciharas, perbatasan antara RT 001 dan RT 002, RW 001. Korban, yang diketahui telah lulus kuliah dan sudah bekerja, merupakan warga Dusun Ciokong, RT 002/001, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan Ade Mustopa, warga setempat yang berada di lokasi, dahan kering berukuran besar tersebut diduga sudah terlepas dari batang utama sesaat sebelum korban melintas.

  • Waktu Kejadian: Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat kondisi jalan cenderung sepi.
  • Titik Benturan: Dahan kering jatuh dan menghantam keras bagian kepala serta bahu korban tepat saat ia berada di bawah pohon mahoni.
  • Posisi Akhir: Pasca-benturan, sepeda motor yang dikendarai korban dilaporkan masih sempat melaju sejauh kurang lebih 10 meter ke arah timur akibat gaya dorong.
  • Lokasi Tumbang: Kendaraan baru berhenti dan tumbang tepat di depan pintu gerbang masjid setempat.

​Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat tertolong.

Kendala Administrasi dan Perizinan

Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam terkait prosedur pemeliharaan pohon di jalur milik provinsi. Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana (Nay), menyebutkan bahwa upaya mitigasi melalui pemangkasan pohon sering kali terkendala masalah birokrasi perizinan.

​”Sekarang susah izin dari pihak PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) terkait pemangkasan,” ujar Nay Suryana. Ia menyarankan agar Pemerintah Desa Sukaresik segera melayangkan surat permohonan resmi kepada otoritas terkait agar pemangkasan memiliki dasar hukum yang kuat.

Desakan Warga

Kondisi pohon mahoni di sepanjang Jalan Raya Nasional Desa Sukaresik memang dikeluhkan warga karena rimbun dan banyak terdapat dahan kering yang tidak terlihat jelas dari bawah. Ade Mustopa mewakili warga setempat mendesak agar pemerintah memprioritaskan keselamatan pengguna jalan.

​”Kami warga Sukaresik memohon supaya segera ada pemangkasan pohon mahoni di pinggir jalan ini. Jangan sampai ada korban jiwa lagi,” tegas Ade.

​Hingga berita ini disusun, pihak kepolisian setempat tengah melakukan pendalaman terkait insiden tersebut. Pihak keluarga diharapkan dapat mengurus kelengkapan administrasi untuk keperluan pengajuan santunan dari Jasa Raharja.