Terlalu Banyak Aplikasi Bikin Gawai Mudah Diretas

SEJUMLAH orang dapat memiliki beberapa aplikasi yang digunakan untuk mendukung aktivitas. Namun, pakar keamanan siber dan forensik digital Lilincom Alfons Tanujaya mengatakan, perangkat yang memiliki banyak aplikasi rentan terhadap peretas.

“Semakin banyak aplikasi, semakin banyak pintu yang dibuka bagi orang asing untuk masuk,” kata Alfons, seperti diberitakan DIANTARAKamis (27/4).

Di era kemajuan teknologi saat ini, berbagai jenis aplikasi semakin berkembang biak dengan tujuan untuk menunjang kehidupan sehari-hari para penggunanya.

Namun, tanpa pengetahuan dan kewaspadaan, siapa pun yang lengah bisa menjadi korban eksploitasi data. Salah satunya adalah aplikasi yang digunakan sehari-hari.

Baca juga:

Microsoft meluncurkan aplikasi keamanan keluarga, dapat mengawasi perangkat anak-anak

Banyak aplikasi membuat perangkat mudah diretas
Perbarui aplikasi. (Foto: Unsplash/Balazs Ketyi)

“Setiap aplikasi harus memiliki celah keamanan minimal satu persen atau 0,1 persen. telepon selular Aplikasinya hanya ada 10, artinya kerentanannya 10 kali lebih besar,” ujar Alfons.

Menurut Alfons, banyak kasus eksploitasi data aplikasi atau perangkat lunak terjadi tanpa sepengetahuan pengguna, sehingga celah keamanan tidak bisa diabaikan.

Baca juga:  9 meme rambu lalu lintas super kocak, sukses bikin ketawa ngakak!

Pendiri perusahaan antivirus komputer Vaksicom menyarankan pengguna gadget untuk melakukan ini secara rutin mengaturyaitu merapikan, termasuk menghapus banyak aplikasi yang jarang atau tidak pernah digunakan.

Baca juga:

Rayakan Hari Persahabatan Internasional dengan cara unik melalui Snapchat

Banyak aplikasi membuat perangkat mudah diretas
Semakin banyak aplikasi, semakin mudah untuk diretas. (Foto: Unsplash/Damian Zaleski)

“Cara memulainya adalah mengatur aplikasi ke dalam kategori, misalnya kategori permainan, keuangan, media sosial dan lain-lain. Dengan ini, kita akan tahu aplikasi mana yang tidak diperlukan”, kata Alfons.

Selain itu, penting juga untuk memperbarui semua aplikasi yang Anda miliki. Setiap aplikasi pasti membutuhkan pembaruan rutin untuk menambahkan beberapa fitur baru untuk memperbaiki beberapa bug atau serangga.

Update ini juga kerap memperkuat sistem keamanan aplikasi terhadap serangan hacker.

“Meski sudah di-update, kemungkinan masih ada kerentanan, memang tidak 100% aman, tapi setidaknya mengurangi risiko,” tambah Alfons.

Aplikasi yang jarang atau tidak pernah diperbarui, jelasnya, sangat berbahaya dan rentan dieksploitasi oleh peretas. Banyak aplikasi juga mempersulit pembaruan secara otomatis. (Dia)


Baca juga:

Twitter akan memblokir tautan yang berisi ujaran kebencian dan kekerasan




Source link