Mempelajari Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Para Ahli
Teori terbentuknya alam semesta sudah sejak lama ada. Banyak ilmuwan yang memperdebatkan kehadiran alam semesta ini. Mulai dari mana, kapan hingga terbentuknya dirangkum menjadi satu gagasan untuk dipelajari.

5 Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Penelitian
Para peneliti telah mengetahui pembentukan dan menghasilkan sebuah teori yaitu:
Big Bang Theory
Teori ini disebut teori dentuman besar. Alam semesta terdiri dari massa yang besar. Maka ada reaksi inti yang membuat massa ini meledak dan mengembang cepat, sehingga menjauhi ledakan. Terjadi sekitar 13,7 miliar tahun.
The Oscillating Theory
Teori mengembang dan memampat ini menunjukkan bahwa pada siklus yang terjadi mengalami masa ekspansi dan masa kontraksi.
Setiap siklus membutuhkan waktu lama hingga 30 miliar tahun. Reaksi dari inti hidrogen yang akhirnya menjadikan unsur lain lebih kompleks, sehingga terbentuk ekspansi. Setelah itu galaksi dan bintang memampat dengan mengeluarkan cahaya panas yang tinggi.
Steady State Theory
Teori ini juga kita kenal dengan teori keadaan tetap. Hal ini berisi bahwa alam semesta tidak memiliki awal dan tidak berakhir sepanjang masa. Teori ini menganggap alam semesta bersifat tetap dan tidak berubah.
Teori Berayun
Selanjutnya adalah teori berayun. Gerak galaksi dan bintang saling menjauh dan menunjukkan gerakan semakin melambat dan berhenti karena gravitasi.
Materi yang mengkerut dan lambat akan memadat dan meledak. Proses perlambatan ini tidak bertepi dan tidak memiliki batasan.
Teori Kuantum Alam Semesta
Teori ini ada sejak tahun 1966 oleh William Lane Craig. Alam semesta sudah ada dari awal dan terus ada sepanjang masa.
Teori ini menyebutkan bahwa alam semesta tidak memiliki ruang hampa. Karena dalam alam semesta hanya ada partikel-partikel subatomik. Teori terbentuknya alam semesta ini sudah melalui penelitian terfokus.


