Siklus terjadinya hujan atau siklus hidrologi sangat penting untuk kami ketahui karena ini merupakan hal alami yang sering terjadi di bumi. Adanya proses-proses tersebut maka bisa terjadilah hujan atau air yang turun dari langit. Namun apakah kamu tahu bagaimana cara mendapat air tersebut?

Begini Siklus Terjadinya Hujan Beserta Penjelasannya
Seperti yang kita ketahui, bahwa hujan merupakan presipitasi yang berwujud air atau peristiwa jatuhnya titik-titik air menuju bumi. Atau dalam arti lain bahwa hujan yaitu sebuah proses kondensasi uap di atmosfer dan menjadi butiran-butiran air.
Semakin lama butiran-butiran tersebut mengumpul, maka akan semakin berat dan akhirnya turun ke bumi atau disebut hujan. Tapi air tersebut berasal dari mana? Simak penjelasannya ini!
Proses Terjadinya Hujan
Siklus terjadinya hujan pertama kali berawal dari cahaya matahari yang akan membawa energi panas atau evaporasi. Atau terjadinya penguapan air yang ada di bumi seperti sungai, danau, laut dan akhirnya menjadi uap-uap air.
Nah, uap-uap air tersebut akan langsung terangkat ke udara atau akan mengalami proses yang bernama kondensasi. Pada tahapan ini, maka uap air tersebut terangkat ke udara dan berubah menjadi embun.
Apabila suhu udara tinggi, maka akan mengakibatkan titik-titik embun tersebut semakin banyak dan mengumpul menjadi awan. Maka peran angin di udara akan menggerakan awan tersebut menuju ke tempat yang lebih rendah.
Kemudian awan-awan tersebut akan berkumpul dan menjadi awan yang lebih besar lagi hingga berwarna kelabu. Apabila awan tersebut sudah tidak kuat untuk menampung banyaknya air, maka butiran air akan jatuh dan terjadinya hujan.
Siklus terjadinya hujan berupa butiran air tersebut bisa jatuh dari atmosfer menuju ke daratan karena ada gaya gravitasi bumi. Meskipun air tersebut jatuh ke daratan atau bumi, tidak semuanya juga dapat jatuh sampai ke permukaan.





