Sifilis Bawaan Membahayakan Bayi – MerahPutih

SEBAGAI para orang tua tentunya mengharapkan bayi yang sehat jasmani dan rohani. Hal ini diupayakan dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat yang ramah tubuh dan air yang cukup.

Namun, makan makanan enak saja tidak cukup. Banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahaya sifilis yang berisiko pada bayinya. Sifilis adalah salah satu penyakit yang paling umum, namun keberadaannya sering diabaikan.

Baca juga:

10 kalimat yang harus dikatakan orang tua kepada anak-anaknya

Menurut data laporan tahunan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit menular seksual sifilis meningkat 15% antara 2019-2020 pada bayi. Angka itu meningkat 235% sejak 2016. Mengutip Rakyatpada tahun 2020 terdapat 2.148 kasus sifilis kongenital, meningkat 15% sejak tahun 2019.

(Foto: Unsplash/Jill Sauve)

CNN juga melaporkan bahwa banyak negara bagian di Amerika Serikat melihat peningkatan kasus bayi yang lahir dengan sifilis, infeksi bakteri menular seksual yang dapat ditularkan di dalam rahim orang hamil yang tidak diobati.

Kutipan dia tahu, Sifilis kongenital atau herediter dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada bayi baru lahir, termasuk kerusakan tulang, pendengaran, dan penglihatan. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk bersikap proaktif.

Baca juga:

Akun Instagram Master Parenting Membantu Para Ibu Belajar Merawat Anak

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa sampel darah. CDC merekomendasikan untuk melakukan tes tiga kali selama kehamilan, sekali selama trimester pertama, sekali lagi selama trimester ketiga, dan ketiga kalinya segera setelah melahirkan.

Baca juga:  Kasus Sifilis Mengkhawatirkan, Banyak Anak di Bawah 14 Tahun Tertular
(Foto: Unsplash/Picsea)

Jika sifilis terdeteksi, antibiotik akan diresepkan yang dapat membunuh bakteri berbahaya. Dengan cara ini, Anda dapat mencegah bayi lahir dengan infeksi.

Faktanya, mengobati sifilis setidaknya 30 hari sebelum melahirkan mengurangi kemungkinan bayi Anda tertular hingga 98%. Jika ingin pencegahan yang lebih baik lagi, biasakan untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks agar tidak tertular PMS. (km)

Baca juga:

Kontrol anak-anak saat bermain di ponsel

*



Source link