PANGANDARAN – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata beserta jajaran Porkopimda menghadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pangandaran, Masa Bhakti 2021-2026.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Kadin Jawa Barat Jabar Tubagus Raditya Indrajaya di Hotel Pantai Indah Timur, Pangandaran, Kamis (18/3/2021).
Ketua Kadin Pangandaran Yayan Sugiantoro menyampaikan, pihaknya akan fokus pada kegiatan UMKM. Bukan pada kegiatan infrastruktur.
“Ke depan digitalisasi UMKM kita perkuat. Dan untuk calon pengurus Kadin Pangandaran harus lebih bertanggungjawab lagi dalam menggali potensi daerah,” kata Yayan.
Muskab Kadin Pangandaran ini, kata Yayan, mengambil tema menggali seluruh potensi daerah, meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM serta bangkit melewati pandemi Covid-19.
“Salah satunya dengan mulai mengembangkan pemasaran produk UMKM secara digital melalui marketplace,” terangnya.
Sementara Ketua Kadin Jabar Tubagus Raditya Indrajaya mengatakan, pihaknya akan memperkuat digitalisasi UMKM atau bisnis online. Kemudian, pembangunan resi gudang atau lumbung padi untuk mengantisipasi harga beras anjlok.
Pihaknya mendorong potensi kearifan lokal yang dimiliki daerah pesisir selatan Jawa Barat ini jadi andalan. “Yang namanya UMKM harus bisa menjadi raja di Kabupaten Pangandaran.”
“Di Jawa Barat bisnis marketplace khusus UMKM sudah berjalan. Kami berharap marketplace jadi tempat penjualan produk pelaku usaha di Pangandaran secara online,” kata Tubagus usai Muskab Kadin Pangandaran, Kamis (18/3/2021).
Selain itu, pihaknya juga mendorong Pemkab agar bisa menyiapkan etalase atau tempat khusus penjualan produk UMKM di setiap toko modern yang ada di Kabupaten Pangandaran.
“Kalau di Jawa Barat resi gudang sudah dijadikan sebagai propertinya UMKM. Yang setiap produknya akan dipasarkan di online atau marketplace. Paradigma Kadin baru harus menjadi distributor,” ujarnya.
Tubagus menuturkan, Kadin sudah bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM agar kekayaan Intelektual produk UMKM dilindungi oleh pemerintah. Hanya belum dioptimalisasikan.
“Hak cipta, hak paten dan hak merek. Maka Kadin Jabar menginisiasi Kadin Pangandaran untuk jadi yang pertama mendorongnya. Seperti kekhasan Kuliner dan SDA yang lain agar mengoptimalisasi kekayaan intelektual tersebut,” tuturnya.
Sedangkan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran berharap dengan adanya kepengurusan baru ke depan bisa semakin berkualitas, dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan Pangandaran Juara.
”Saya berharap kepada pengurus Kadin untuk segera menyusun strategi dan program kerja. Sebagai wadah yang menaungi pengusaha dan pelaku usaha, peran KADIN harus dapat lebih dioptimalkan untuk berkontribusi lebih, terhadap perekonomian yang ada di kabupaten Pangandaran semakin berubah ke arah yang lebih baik,” katanya.
Jeje mengaku, selama 5 tahun lalu nyaris tidak mendengar kiprah Kadin Pangandaran secara nyata. Karena itu, dirinya berharap Kadin saat ini bisa lebih berkembang.
“Kalau Kadin minta operasional ke Pemkab, saya akan ketawa. Tapi kalau mereka mempunyai konsep program usaha akan kami berikan ruang kebijakan yang besar,” ucapnya.***





