BERITA  

Pemkab Siapkan Strategi Agar Keramaian Wisatawan Tidak Hanya di Pantai Pangandaran

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Pangandaran baru tahap awal, masih banyak pola strategis yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk mewujudkan wisata Pangandaran berkelas dunia.

“Pembangunan pengembangan wisata ini baru tahap penataan kawasan saja, memindahkan kaki lima dari pinggir pantai, memindahkan perahu dari pantai barat ke pelabuhan, dan beberapa langkah strategis lainnya. Pola-pola kebijakan yang akan datang yang harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pangandaran”, ujar Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Jumat 24 Juli 2020.

Misalnya lanjut Jeje, perluasan titik tumpuan wisata tak hanya di pangandaran saja tetapi harus disebar ke berbagai tempat wisata.

“Perluasan kawasan kita tidak ingin titik tumpunya berada di Pangandaran. Kita ingin 91 km panjang pantai kita ini dan tempat-tempat wisata lainnya menjadi unggulan di Kabupaten Pangandaran”, katanya.

Namun masih ada persoalan yang harus dipecahkan bersama antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat yaitu persoalan akses menuju pangandaran yang lumayan jauh baik dari Bandung ataupun kota besar lainnya.

“Persoalan yang paling mendasar bahwa wilayah kita jauh dari pusat keramaian dan pusat kekuasaan. Dari Bandung 5 jam, dari Jakarta 8 jam. Maka kita sedang mencari langkah-langkah agar akses munuju pangandaran cukup dengan 2 atau 3 jam”, ungkapnya.

Jeje pun menyampaikan untuk akses melalui darat sudah ada perencanaan yaitu membangun tol dari Bandung hingga Pangandaran dan berakhir di Cilacap.

“Alhamdulilah beberapa minggu yang lalu saya rapat di Provinsi, Insya Allah tahun 2024 selesai. Eksit tolnya di Kalipucang, sehingga nanti Bandung-Pangandaran cukup 2 jam setengah, Jakarta bisa 3 jam,” terangnya.

Selain itu, kata Jeje untuk menyedot wisatawan supaya datang ke Pangandaran adalah dengan meyakinkan maskapai penerbangan supaya membuka rute penerbangan ke Pangandaran.

“Kita harus bersama-sama meyakinkan agen atau maskapai penerbangan untuk mendatangkan pesawatnya berbadan minimal ukuran sedang datang ke Pangandaran. Kita ingin besok ada penerbangan Jakarta – Pangandaran, Jogja – Pangandaran dan sebagainya”, tegasnya.

“Penataan kawasan, perluasan kawasan, mempercepat akses, bukan pekerjaan mudah. Tetapi bukan pekerjaan yang sulit kalau dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Walaupun sempat tertunda penataan kawasan karena wabah pandemi corona yang melanda dunia, Jeje menegaskan pengerjaan perluasan kawasan akan terus dijalankan.

“Perluasan kawasan Insya Allah selesai di tahun 2021, tadinya akan selesai semua tahun ini, tetapi karena covid anggaran tidak tersedia, penataan kawasan pantai barat dan timur lanjutan ditunda, tetapi menyambungkan jembatan Babakan ke Batuhiu Insya Allah tahun ini akan selesai 90 persen”, ujarnya.

Untuk membangun semua ini, terang Jeje, perlu kebersamaan sehingga penataan kawasan wisata di Kabupaten Pangandaran akan terwujud dengan baik.***