Perjuangan perempuan Indonesia hijrah ke Amerika Serikat, kini mereka bekerja sebagai supir bus

Menjadi istri dan tinggal di Amerika rupanya membuat Yohana tak tinggal diam. Wanita tangguh ini ternyata sudah mencoba beberapa jenis pekerjaan.

“Saya sebenarnya mencoba banyak pekerjaan sebelum menjadi sopir bus sekolah,” katanya.

Mulai dari menjadi pembantu rumah tangga, menjemput anak, hingga beberapa hal lainnya dilakukan. Namun semua itu tidak membuatnya nyaman.

Yohana harus memutar otak berkali-kali untuk mendapatkan pekerjaan dalam waktu dua sampai tiga tahun. Padahal, Yohana menginginkan pekerjaan yang bisa dilakukannya dalam waktu lama.

Akhirnya pilihan jatuh pada profesi supir bus sekolah anak. Dengan tekad dan dukungan keluarga, Yohana bekerja.

“Saya dulunya pembantu, jemput anak. Jadi saya tidak pernah membayangkan jadi supir bus”, jelasnya.