SEPUTARPANGANDARAN.COM, Jesus Casas nyaris mendapatkan perlakukan yang dimaksud kurang menyenangkan dari wartawan Irak usai menyaksikan kekalahan yang tersebut menimpa Singa Mesopotamia pada fase 16 besar Piala Asia 2023 . Melihat keributan yang tersebut terjadi, pihak keamanan serta beberapa pejabat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terpaksa mengeluarkan instruktur Casas serta wartawan Irak mengundurkan diri dari dari ruang konferensi pers untuk menjamin ketertiban.
Menurut laporan Soha, Selasa (30/1/2024), wartawan yang tersebut terlibat keributan yang dimaksud telah lama mencabut izin kerjanya dalam Piala Asia 2023. Belum jelas kebijakan apa yang tersebut diambil AFC terhadap wartawan tersebut, akibat belum ada kejadia buruk yang terjadi.
Beberapa sumber meyakini wartawan Irak marah besar terhadap pembimbing Jesus Casas akibat hasil pertandingan antara Irak serta Yordania yang mana kurang memuaskan. Pada laga 16 besar Piala Asia 2023, Singa Mesopotamia kalah dramatis 2-3 dari lawannya.
Tak hanya sekali keributan dalam ruang konferensi pers yang mana menjadi perhatian. Ada juga perkembangan kartu merah yang mana menimpa Aymen Hussein di dalam menit 76 seusai melakukan selebrasi.
Ya, Aymen menerima kartu jaundice kedua usai melakukan selebrasi duduk bersila lalu menyebabkan aksi mengakibatkan makanan dari tanah ke mulunya dengan tangan kiri. Wasit Alireza Faghani (asal Australia, Iran) secara langsung memberikan kartu ikterus kedua untuk striker bernomor punggung 18 tersebut.
Setelah itu, pasukan Irak kalah 2-3 dari Jordan pada waktu lawannya mencetak 2 gol berturut-turut dalam pengujung pertandingan. Anehnya, cara selebrasi mirip juga dijalankan kelompok Yordania di area sesi pertama, mereka juga melakukan aksi makan yang sejenis namun tiada mendapat kartu dari wasit utama.
Hal ini menghasilkan banyak anggota kelompok Irak serta striker individu Aymen Hussein bukan senang. “Selebrasi adalah ketika seseorang pemain menunjukkan kegembiraan. Wasit tidak ada boleh memberikan kartu merah untuk Aymen Hussein,” ujar pembimbing Jesus Casas.
“Keputusan ini berbeda dengan pada waktu pasukan Jordan merayakan gol dalam putaran pertama. Menurut saya itu tiada adil bagi tim. Tim Irak. Tapi semuanya terjadi, Irak tersingkir. Saya sangat sedih,” pungkas Casas.
Sumber Sindonews





