MerahPutih.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Harus Kristiyanto dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inovatif Lapangan Tugu Ir. Soekarno di GOR dan Taman Saparua, Bandung, Rabu (28/6) pagi. Patung Bung Karno dipastikan menjadi yang tertinggi di dunia, khususnya di Indonesia.
Hasto, selaku konsultan pembangunan Monumen Bung Karno, menilai Kota Bandung memiliki sejarah khusus dengan Proklamator RI.
Baca juga
Tugu Plaza Bung Karno diproyeksikan menjadi patung tertinggi di dunia
“Dari Bandung, pemikiran Bung Karno berkisar dari visi masyarakat berwawasan nasional dan berwawasan dunia dan inilah cara pandang yang harus dimiliki oleh pemuda Indonesia, khususnya Bandung”, ujar Hasto dalam sambutannya pada acara tersebut, Rabu (28/6).
Sementara itu, Presiden Yayasan Putra Nasional Indonesia, Pamriadi mengatakan, pembangunan patung ini dilakukan secara gotong royong, tanpa menggunakan dana negara atau daerah.
Ia menyatakan, patung Bung Karno yang didirikan di GOR dan Taman Saparua akan menjadi patung tertinggi di dunia.
Baca juga
Perayaan bulan Bung Karno, para pengendara diminta menjauhi GBK
“Patung Bung Karno setinggi 22,3 meter ini insyaallah tidak dibiayai APBN dan APBD, melainkan menerima donatur yang sangat mencintai Bung Karno, untuk perjuangan Bung Karno,” kata Pamriadi.
Ia menjelaskan, pembangunan patung Bung Karno menelan biaya Rp 14,5 miliar. Pencetus ide pengembangan ini berasal dari seorang akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Pembangunan Plasa Tugu akan dilakukan awal Juli dengan gedung pertama yang menata taman Plasa Bung Karno,” kata Pamriadi.
Pamriadi menjelaskan patung ini dibuat oleh seorang pemahat yang biasa membuat patung Bung Karno yakni Dunadi dari Yogyakarta.
“Sekarang sedang diproses di Yogyakarta. Insya Allah tahun ini Monumen Bung Karno Plaza di Bandung akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia, mungkin tertinggi di dunia. Ini akan menjadi ikon baru di Jawa Barat,” ujarnya. (Lb)
Baca juga
Lewat pantun, Hasto mengisyaratkan kehadiran Wapres Ganjar di hadapan Ridwan Kamil





