Jakarta, Gizmologi – Jika vendor smartphone lain berlomba-lomba menghadirkan spek yang semakin menarik dengan harga terjangkau, tampaknya filosofi tersebut kurang cocok dengan brand smartphone masa kini. HMD Global, pemegang lisensi tunggal merek ponsel Nokia, kembali meluncurkan produk dasar. Masing-masing adalah Nokia C300 dan Nokia C110 yang ditujukan untuk pasar AS.
Sejak awal revolusi Android, smartphone Nokia selalu mengutamakan durabilitas perangkat – meneruskan filosofi ponsel sebelumnya seperti seri Nokia 3310 yang dikenal tangguh. Itu juga sempat menghadirkan flagship dengan 5 kamera belakang, yang kemudian gagal karena masalah software dan keterlambatan pengembangan.
Kehadiran Nokia C110 dan Nokia C300 mungkin masih dibutuhkan di negara-negara seperti Amerika Serikat, dimana smartphone ini bisa dijual bekerjasama dengan operator seluler lokal. Namun jika dibandingkan dengan penawaran di Indonesia seperti Itel S23, jelas konsumen lebih tergiur dengan iming-iming RAM “up to 16GB”.
Baca Juga: Nokia C12 Meluncur di Indonesia, Harga Rp. 1,3 juta dengan Android Go
Nokia C300 hadir dengan chipset peluncuran 2020

Baik desain Nokia C300 maupun Nokia C110 relatif mirip dengan seri Nokia C lainnya, termasuk tampilan depan yang masih menggunakan notch waterdrop. Dengan deretan angka yang lebih tinggi, menandakan bahwa Nokia C300 memiliki spek yang lebih baik. Memang benar, meskipun lagi-lagi jika dibandingkan dengan penawaran vendor lain, itu biasa-biasa saja.

Layar depannya berukuran 6,52 inci dengan panel HD+ LCD tanpa refresh rate yang tinggi. Di dalam takik tetesan air, kamera 8 MP terpasang untuk selfie. Sementara di belakang, hanya terdapat sensor utama 13MP untuk mengambil gambar. Sedangkan dua lainnya memiliki resolusi masing-masing hanya 2MP untuk meningkatkan kualitas foto portrait dan close-up (makro).
Nokia C300 hadir dengan chip Snapdragon 662 yang cukup lawas, dipasangkan dengan RAM 3GB dan penyimpanan internal 32GB – masih bisa diperluas melalui slot kartu microSD. Sedangkan di sektor perangkat lunak, sayangnya hanya hadir dengan Android 12. Baterainya sendiri berukuran 4.000 mAh, dan juga belum mendukung fast charging.
Harga Nokia C300 dan Nokia C110

Jika spesifikasi Nokia C300 dianggap cukup minim, Nokia C110 bisa dibilang “lebih ekstrim”. Dengan dimensi yang lebih kecil, ukuran layar diperkecil menjadi 6,3 inci. Chipsetnya lebih simpel lagi, pakai seri Helio P22 dari MediaTek. Kamera belakang masih beresolusi 13MP, namun tanpa sensor tambahan, dan kamera depan sudah turun resolusinya menjadi hanya 5MP.
Karena dimensinya yang lebih kecil, baterainya juga bisa dibilang terlalu kecil untuk smartphone Android standar yang dirilis pada 2023. Yakni, hanya 3.000 mAh, dan hanya mendukung 5W, alias 10W di bawah standar untuk smartphone tanpa fast charging.
Mungkin yang masih bisa maksimal dari keduanya adalah sertifikasi IP52, membuat Nokia C300 dan C110 sama-sama tahan terhadap debu dan cipratan air. Harga Nokia C300 sendiri US$139 atau R$2 juta, sedangkan Nokia C110 dibanderol R$1,4 juta.





