Makna Motif Batik Kawung di Kolaborasi Hyundai dengan Gibran

WALI Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dikabarkan menggunakan batik kawung Solo bekerjasama dengan Hyundai. Kerjasama ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan.

Gibran diketahui pergi ke Negeri Ginseng pekan lalu. Ia mengatakan, acara tersebut rencananya akan digelar pada September 2023.

“Peluncuran mobil Hyundai bermotif batik akan digelar Agustus 2023. Kita tahu semua pimpinan Hyundai, semuanya baik-baik saja, desainnya ada batiknya. Bagus sekali,” kata Gibran. DIANTARA.

“Saat saya di Korea, kami putuskan motifnya batik kawung untuk dijadikan desain Hyundai Ioniq 5,” lanjutnya.

Motif batik kawung berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan merupakan salah satu motif kuno yang kini menjadi salah satu yang paling populer dan tersebar ke banyak tempat.


Baca juga:

Gibran Usulkan Kaesang Minta Keberkahan Warga Depok

Makna motif Batik Kawung dalam kolaborasi Hyundai dengan Gibran
Hyundai Ioniq 5. (Foto: Hyundai)

Awalnya, motif kawung tidak bisa dikenakan oleh sembarang orang dan hanya diperuntukkan bagi keluarga bangsawan dan pejabat keraton. Oleh karena itu, batik kawung dimasukkan sebagai alasan pelarangan. Namun, seiring berjalannya waktu kini siapapun bisa dan bisa menggunakannya.

Baca juga:  Mengejar Ferrari di COTA dengan C8 Corvette Z06 yang tidak dimodifikasi

Ciri khas batik kawung adalah bentuknya yang lonjong dengan titik kecil di dalamnya. Motif batik kawung juga sarat makna. Motif batik kawung terinspirasi dari bentuk buah lontar yang biasa disebut kolang-kaling. Pohon kolang-kaling memiliki manfaat di semua bagiannya: akar, buah, batang dan daun.

Pohon ini membutuhkan waktu lama untuk tumbuh sebelum dapat memberikan manfaat. Pertumbuhan dimulai dari benih yang digambarkan sebagai titik kecil di dalam lingkaran. Pertumbuhan membutuhkan kesabaran. Dalam kesabaran ia menetapkan harapan.

“Makna simbol benih dapat dikaitkan dengan penggunaan motif kawung yang memberikan harapan berkah bagi pemakainya dalam hal kesuburan,” jelas Sarwono dalam “Motif Kawung Sebagai Simbol Busana Pelayan di Purwa Wayang Gaya Surakarta”, tersedia dalam Harmonia, Volume VI Nomor 2, Mei-Agustus 2005.


Baca juga:

Desainer Korea menjadikan Batik Iwan Tirta sebagai koleksi terbarunya

Makna motif Batik Kawung dalam kolaborasi Hyundai dengan Gibran
Ada makna di balik batik kawung. (Foto: Unsplash/Visual Karsa)

Lingkaran pada batik kawung menunjuk ke empat penjuru, melambangkan konsep papat kiblat limo pancer. Itu berarti empat poin utama dan lima pusat. Arah barat berarti nasib buruk karena arah matahari terbenam. Arah timur berarti sumber segala kehidupan karena matahari terbit.

Baca juga:  Klip Promo Baru The Super Mario Bros. Movie Ungkap Pertemuan Mario dengan Musuh Klasik

Batik Kawung juga merambah ke luar negeri dan berkembang menjadi tiga motif besar. Pertama, kawung picis. Disebut demikian karena motif ini memiliki ciri empat lingkaran dengan dua titik persegi panjang yang diberi garis melintang. Selain itu, susunan kawung picis juga menyerupai koin 10 sen.

Kedua, Kawung itu bribil. Motif ini dibuat dengan bentuk yang lebih besar dari kawung picis. Bentuk melingkar pada batik Pucus juga terlihat lebih simetris dan teratur.

Ketiga, kawung sen. Bentuknya bulat lonjong dengan ukuran lebih besar dari kawung bribil dan juga kawung picis. Sesuai dengan namanya, kawung sen terlihat seperti koin 1 sen di zaman kolonial.

Seringkali uang receh digunakan sebagai salah satu barang berserakan di sepanjang jalan sebagai prosesi pemakaman. Pada akhirnya kain batik kawung sen digunakan sebagai penutup jenazah sebelum dimakamkan. (Dia)

Baca juga:

Puan menggunakan Kebaya Kutubaru dan Semen Rama Batik




Source link