PANGANDARAN – Para pelaku usaha harus mampu menyesuaikan diri dengan pandemi yang berdampak terhadap perekonomian, serta menurunnya daya beli masyarakat.
Seperti halnya Asep Aripin (31) pemilik usaha grosir sandal, baju dan fashion lainnya serta usaha Kuliner di Pangandaran, yang mengaku merasakan dampak Pandemi Covid-19.
Bisnisnya mengalami penurunan omset. Pendapatannya menurun drastis dibanding kondisi sebelum pandemi.
Selain bekerja di Baznas Pangandaran, dirinya membuka usaha perdagangan Grosir sandal, pakaian dan fashion lainnya di blok Puskesmas Cimerak, Dusun Parakan, Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak.
Tak hanya itu, Asep pun membuka usaha kuliner di Dusun Ciokong, Desa Sukaresik Kecamatan Kecamatan Sidamulih.
Sebagai pelaku usaha, untuk meraih sukses tentu tidaklah mudah. Jatuh bangun dalam usaha sejak tahun 2015 sudah dirasakannya.
“Namun saya tidak mudah kapok dan putus asa. Saya selalu berusaha bangkit hingga bertahan sampai sekarang,” ungkapnya.
Saat pandemi, Asep mengaku lebih fokus pada pekerjaan utamanya di Kantor Baznas, dengan menyalurkan bantuan kepada orang yang terdampak Covid -19.
Dirinya merasa lebih bisa bersyukur, sebab ternyata diluaran lebih banyak orang yang sangat membutuhkan uluran tangan.
“Selain bekerja di Baznas, namun tidak meninggalkan bisnis yang sedang saya geluti,” ucapnya, Kamis (18/3/2021)..
Bagi Asep, berwirausaha adalah hobi juga masa depan saat hidup di dunia. Sedangkan bekerja di Baznas, Asep berharap menjadi ladang amal untuk bekal di akhirat.
“Saya merintis usaha dari nol, jatuh bangun pun sudah saya alami. Tapi itu tidak membuat saya kapok. Saya sangat yakin waktu itu, tidak ada yang mudah menuju keberhasilan,” terang Asep.
Seiring berjalannya waktu, kata Asep, usahanya semakin ada peningkatan. Pemasarannya bahkan tembus hingga ke luar pulau, seperti Aceh, NTT, Sumatra, Kalimantan, Bali, juga Surabaya.
“Dulu sebelum pandemi banyak pelanggan dari luar pulau, bahkan baru order udah berani transfer sampai Rp10 juta padahal belum kenal,” jelasnya
Kata Asep, rata-rata dalam satu minggu bisa order diatas 1 sampai 5 juta. “Namun sekarang, paling hanya Rp500 ribu dalam perminggu.”
Asep menegaskan, karena sudah mengalami jatuh bangun dalam usaha, membuatnya memiliki keyakinan, semua kesulitan akan teratasi selama kita berusaha dan sabar.
“Selama kita yakin dan ulet apa yang kita cita-citakan akan terlaksana, meskipun banyak rintangan dalam proses perjalanan.” pungkasnya (Eris Riswana)





