Keluarkan baterai saat meninggalkan bola, periksa kelebihan dan bahayanya
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4401756/original/030672700_1681918200-aki.jpg)
Otosia.com, Jakarta Aki atau akumulator atau aki pada mobil atau motor memiliki banyak peranan. Dari aki, semua kebutuhan kelistrikan mobil atau motor bisa terpenuhi.
Baterainya bisa digunakan untuk menyalakan lampu yang tentunya penting saat berkendara di malam hari. Baterai juga berperan penting dalam menyimpan energi untuk menghidupkan mesin.
Sumber Daya listrik
Selain lampu dan starter yang juga mengandalkan dinamo, aki juga menyediakan listrik untuk pembakaran karena menyediakan listrik untuk busi. Begitu juga untuk klakson.
Baterai atau accumulator atau baterai sesuai dengan namanya berfungsi untuk menyimpan suplai listrik yang juga diisi dari hasil kerja mesin.
Nah di momen Lebaran kali ini beredar anjuran bagaimana cara melepas aki saat kendaraan baik mobil maupun motor berhenti berhari-hari bahkan lebih dari 10 hari.
Mengapa melepas baterai?
Mengapa ada saran untuk melepas baterai? Seperti yang sudah dijelaskan di atas, aki memegang peranan yang sangat penting dalam rangkaian kelistrikan mobil.
Baterai dapat digunakan untuk menyalakan lampu, mereka memiliki peran penting dalam menyimpan energi untuk menyalakan mesin, untuk pembakaran karena menyediakan listrik untuk busi, klakson.
Ada banyak bagian yang membutuhkan listrik di dalam mobil, jadi baterai sebenarnya, meski kecil, akan memasok listrik ke perangkat ini.
Akibatnya, jika dibiarkan terlalu lama, baterai bisa habis. Karena tidak ada aktivitas pengisian ulang seperti saat mesin kendaraan dihidupkan dan dijalankan.
Cara melepas baterai dan bahayanya
Sebelum melepas baterai, alat penyimpan energi listrik ini juga disarankan untuk tidak melepasnya.
Namun, jika Anda sudah yakin ingin melepas baterai, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu cara melepas baterai.
Lepas kabel negatif dulu baru lepas kabel positif. Mengapa? Kabel negatif yang dilepaskan terlebih dahulu berarti menghentikan arus dan mencegah korsleting.
Korsleting listrik dapat menyebabkan kerusakan pada komponen kelistrikan mesin. Inilah sebabnya mengapa kabel negatif dilepas terlebih dahulu.
Selanjutnya adalah melepas kabel positif. Kabel positif biasanya terdiri dari beberapa sirkuit. Pada beberapa mobil, head yang biasanya dilapisi plastik merah harus diperiksa dan dipastikan semua sirkuit positif di head sudah hilang.
Apakah baterai dilepas, apakah ada masalah dengan komponen kelistrikan? Kekhawatiran semacam ini juga ada mengingat baterai juga menyuplai daya ke ECU dan berbagai sensor.
sensor
Menurut Teknisi Operasional Cepat Pancoran, Muksin, beberapa waktu lalu, melepas baterai bisa membingungkan sensor.
“Mesin mobil bisa saja tidak mau hidup, terlalu lambat,” ujarnya merujuk pada mengapa sensor yang memberikan informasi ke ECU memerlukan arus listrik.
Dengan demikian, penggantian baterai harus dalam keadaan tersedia arus listrik atau stand by. Hitungannya menurut dia hanya beberapa detik.
Caranya, mobil harus dihidupkan dan mengganti baterai dengan mesin menyala. Ia mengingatkan, hal itu dilakukan saat baterai masih bisa digunakan, meski sudah low.
“Kalau dalam kondisi lemah masih bisa menyala, kabel positif dan negatif dicabut, mesin masih hidup, tapi AC, audio dan barang-barang mati,” ujarnya.
Waktu tunda saat kabel baterai dilepas tidak boleh melebihi 10-20 detik. Oleh karena itu, proses ini harus dilakukan oleh dua orang agar aman.
