Jokowi: Rakyat butuh pemimpin tak banyak bicara, tetapi banyak kerja

Jokowi: Rakyat butuh pemimpin tak banyak bicara, tetapi banyak kerja
Pemimpin Indonesia ke depan juga harus miliki karakter bukan gampang menyerah.

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang mana tidaklah banyak bicara, tetapi yang mana hal tersebut banyak bekerja untuk bangsa kemudian juga negara.

"Sekali lagi, rakyat butuh pemimpin yang mana tak banyak bicara, tetapi banyak kerja, yang dimaksud mau bekerja untuk rakyatnya, yang mana mana mau bekerja untuk bangsanya, yang tersebut digunakan mau bekerja untuk negaranya," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-6 Projo di area tempat Jakarta, Sabtu.

Jokowi mengatakan bahwa pemimpin Indonesia ke depan juga harus mempunyai karakter bukan gampang menyerah. Jangan sampai jika mendapat tekanan, pemimpin Indonesia langsung mundur dan juga juga takut.

"Yang bukan gampang menyerah, ditekan semata takut, ditekan sekadar mundur. ​Enggak, kita membutuhkan sekali lagi pemimpin yang dimaksud punya nyali besar karena tantangan yang tersebut hal tersebut kita hadapi makin kompleks kemudian ingat, ingat, pemimpin kita, Presiden kita ini mempunyai tanggung jawab untuk membawa kapal besar Indonesia yang dimaksud penduduknya sudah 278 jt jiwa," kata Jokowi.

Baca juga:  Upacara HUT ke-78 RI, Jokowi Kenakan Baju Adat Surakarta dan Wapres Pakaian Sumatera Barat

Saat ini, kata Jokowi, Indonesia menghadapi banyak tantangan global seperti krisis pangan oleh sebab itu perang Rusia serta Ukraina, serta potensi kenaikan nilai energi akibat perang Palestina serta Israel.

Selain itu, ada pula tantangan global dari perubahan iklim. Dampak perubahan iklim sedang melanda Indonesia dengan cuaca ekstrem El Nino yang tersebut mana sudah pernah terjadi menurunkan produksi pangan Indonesia.

Dampak perubahan iklim juga sudah menghasilkan meningkatnya permukaan air laut. Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan menghadapi tantangan tenggelamnya pulau sebab meningkatnya permukaan air laut.

"Pada hari Selasa (10/10) juga Rabu (11/10) saya datang ke KTT Archipelagic and Island States Forum AIS Forum di area area Bali, 34 negara hadir, negara pulau kemudian negara kepulauan. Apa yang digunakan mana dibicarakan dalam dalam situ? Banyak sudah pulau mereka itu tenggelam akibat perubahan iklim meskipun ini negara dengan penduduk ada yang mana mana 10.000 penduduk, ada yang tersebut digunakan ratusan ribu. Akan tetapi, dampaknya sudah merekan rasakan langsung," kata Jokowi.

Baca juga:  [HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Bagikan Puluhan Juta Rupiah Lewat WhatsApp

Pemimpin Indonesia ke depan, kata Jokowi, harus bekerja untuk bangsa juga negara lalu berani mengambil risiko guna menghadapi segala tantangan global demi kemajuan bangsa serta negara.

"Ini yang tersebut hal itu juga harus kita sikapi, artinya bukan semata-mata energi nanti yang digunakan hal itu bermasalah, pangan yang mana yang disebut bermasalah, tetapi lantaran perubahan iklim nanti juga pulau-pulau kecil yang digunakan yang disebut ada juga dapat tenggelam oleh sebab itu permukaan air laut naik. Inilah tantangan-tantangan besar yang mana makin kompleks yang mana dimaksud akan dihadapi oleh pemimpin ke depan," kata Presiden Jokowi.

Sumber: Antara