Pangandaran – Pemerintah Kabupaten Pangandaran, menargetkan pembangunan Jembatan Sintok di Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, akan dimulai dan rampung pada 2022 mendatang.
Keberadaan Jembatan Sintok sudah lama dinantikan warga. Terutama warga Desa Ciparakan, dan mereka yang setiap hari melewati Sungai Sintok untuk beraktivitas.
Termasuk para pelajar yang setiap hari menyebrangi sungai untuk pergi dan pulang ke sekolah.
Saat musim penghujan seperti sekarang, aktivitas warga tersendat. Sektor ekonomi warga terganggu. Sementara bagi pelajar yang menyebrangi sungai, arus yang deras mengancam keselamatan mereka.
Bupati Pangandaran Jeje wiradinata, menegaskan, sangat memahami pentingnya keberadaan jembatan di Sungai Sintok.
Sebelumnya Jembatan Sintok dibangun, namun saat proses pembangunan pada tahun 2016, konstruksinya hanyut diterjang banjir.
Kata Jeje, Pemerintah tetap berkomitmen, Jembatan Sintok harus tetap dibangun. Pembangunan akan dimulai pada 2022 dengan anggaran Rp 6 hingga Rp 8 miliar.
“Tahun 2022 akan dibangun dengan anggaran mencapai 6 sampai 8 miliar,” ucap Jeje, Kamis (04/11/2021).
Itu menjadi prioritas, kata Jeje, karena jembatan ini penghubung antar dua Kecamatan, yakni Kalipucang dan Pangandaran. Rute ini juga sangat aktif, karena setiap hari selalu digunakan warga beraktivitas.
“Selain itu, anak-anak yang hendak bersekolah, kan ada yang melewati Sungai Sintok. Maka jembatan itu menjadi skala prioritas,” tuturnya.
“Untuk jalannya pun akan kita bangun, kan tinggal sedikit lagi kalau untuk ke atasnya sudah beres di cor,” jelasnya.
Jeje pun berharap, saat pembangunan nanti tidak terjadi kendala berarti. Semoga Jembatan Sintok segera berdiri sesuai harapan kita semua,” pungkasnya. (Eris Riswana)





