Informasi Risiko Tembakau Alternatif Harus Berbasis Fakta

JAM Arus informasi di era internet saat ini terkadang membuat bingung atau bahkan membuat pembaca bertanya-tanya apakah berita yang dibacanya itu valid. Ini juga berlaku untuk informasi mentah tentang risiko tembakau alternatif dan sejenisnya.

Dikutip dari DiantaraSelasa (4/4), peneliti sekaligus guru besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) Neily Zakiyah mengatakan, sosialisasi tentang risiko dan manfaat produk tembakau alternatif harus didasarkan pada fakta yang sudah memiliki hasil kajian ilmiah yang terpercaya. .

Baca juga:

Apa yang disebut tembakau alternatif dapat membantu mengurangi risiko bahaya bagi tubuh

Jangan termakan tipuan berita apapun. (Foto: Unsplash/Haim Charbit)

Selain itu, hal ini penting dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang lengkap dan akurat.

“Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang produk tersebut berdasarkan bukti ilmiah untuk mencegah terjadinya misinformasi,” jelas Neily.

Produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan kantong nikotin berbeda dari rokok dalam hal karakteristik, keamanan, dan profil risiko. Oleh karena itu, kajian ilmiah harus dilakukan secara detail agar tidak terjadi generalisasi antara produk tembakau alternatif dengan rokok.

Baca juga:  [HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Sambut Kedatangan Lionel Messi

“Karakteristik, keamanan dan profil risiko produk tembakau alternatif sangat bervariasi, sehingga harus dilakukan kajian ilmiah,” lanjutnya.

Kemudian, agar kajian ilmiah produk tembakau alternatif di dalam negeri dapat segera diimplementasikan, Neily menyoroti pentingnya kerjasama dari semua pemangku kepentingan, seperti pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat.

Kolaborasi multidisiplin dengan konsep pentahelix yang melibatkan semua sektor, termasuk media massa dan masyarakat, juga perlu diupayakan.

“Studi ilmiah yang komprehensif dapat memberikan informasi dan bukti mengenai profil risiko dan juga potensi produk tembakau alternatif. Studi yang dilakukan juga diharapkan dapat mencegah non-perokok bereksperimen dengan produk tembakau alternatif,” kata Neily.

Sebelumnya, Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD telah melakukan penelitian produk tembakau alternatif dengan judul ‘Respon Gusi Pengguna Vape Saat Mengalami Radang Gusi Buatan (Eksperimen Ginvitas)’.

Baca juga:

Vape memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional



Informasi tentang produk tembakau alternatif harus didukung oleh penelitian terkini. (Foto: Unsplash/Jocelyn)

Studi klinis tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana produk tembakau alternatif berdampak pada pertahanan gusi terhadap bakteri plak gigi pada pengguna rokok elektrik dibandingkan dengan perokok.

Baca juga:  [HOAKS atau FAKTA]: Karena Jokowi, Malaysia Menyerah dan Tunduk

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengguna rokok elektrik yang telah berhenti merokok menunjukkan peningkatan kualitas gusi. Hal ini dibuktikan dengan tingkat peradangan dan perdarahan pada gusi yang sama dengan yang dialami oleh bukan perokok. Artinya, kondisi pertahanan gusi pengguna rokok elektrik sudah kembali normal.

Kepala Badan Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ni Lu Putu Indi Dharmayanti mengatakan, berdasarkan penelitian, produk tembakau alternatif memiliki profil risiko lebih rendah dibandingkan rokok. (jauh)

Baca juga:

Manakah yang lebih berbahaya, vape atau rokok konvensional? Ini adalah tip ahli



Source link