IDI Minta Masyarakat Jangan Sembarangan Beli Obat untuk Anak

MerahPutih.com – Kasus penyakit ginjal akut progresif atipikal (AGPAG) pada anak-anak telah muncul kembali. Dua anak di Jakarta menjadi korban, salah satunya dinyatakan meninggal pada Rabu (1/2) pekan lalu.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi mengatakan, masyarakat harus berobat ke tenaga medis yang berkompeten.

Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan karena penyebab ISPA pada kasus sebelumnya adalah akibat penggunaan narkoba.

Baca juga:

BPOM harus menyelidiki kasus baru penyakit ginjal akut pada anak

“Kepada masyarakat jangan sembarangan membeli obat,” kata Adib di Jakarta Pusat, Selasa.

Adib juga menegaskan agar masyarakat membeli obat sesuai dengan resep dokter.

“Karena sejak saat itu pengawasan menjadi bagian dari tanggung jawab dan bukan penggunaan obat atau efek samping dari obat tersebut,” ujar Adib.

Adih menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Soal masalah pencabutan dan sebagainya, saya kira nanti, kalau nanti ada kesimpulan, sesuai tugas dan fungsi BPOM, ya kewenangan ada di BPOM,” kata Adib.

Baca juga:

DPRD DKI Minta Dinas Kesehatan Tingkatkan Pemeriksaan Sirup Pemicu Ginjal Akut

Sekadar informasi, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan telah menerima laporan kasus baru penyakit ginjal akut progresif atipikal (AGGAPA), setelah tidak ada kasus baru sejak awal Desember tahun lalu.

Baca juga:  Busanan Ongbamrunphan Siap Bersaing Untuk Tiket Olimpiade Paris 2024

Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan kedua kasus tersebut. (Knu)

Baca juga:

DPR Menuntut Keseriusan Pemerintah dalam Penanganan Kasus Gagal Ginjal Akut