Jakarta, Gizmologi – Vendor yang berpusat di Shenzhen, China, DJI nampaknya terus tancap gas sejak awal tahun 2023. Dalam beberapa bulan terakhir, hampir secara rutin hadirkan produk baru setiap bulannya. Kini DJI Osmo Action 4 resmi diperkenalkan, tak sampai genap 1 tahun setelah Action 3.
Keputusan DJI mungkin didasarkan oleh kebutuhan para kreator konten yang kini semakin banyak, dengan jenis konten beragam dan membutuhkan kamera terbaik untuk mengabadikan momen mereka. Hadir dalam desain yang mirip, ada sejumlah peningkatan internal yang dibawa lewat DJI Osmo Action 4, membuat performa penangkapan videonya lebih baik di berbagai kondisi pencahayaan.
Paul Pan, Senior Product Line Manager DJI mengatakan bila DJI Osmo Action 4 merupakan bukti komitmen mereka untuk hadirkan produk berkualitas tinggi dan andal untuk konsumennya. “Kami tak sabar untuk melihat bagaimana pengguna kami memanfaatkan kekuatan kamera ini, untuk membuat konten menakjubkan yang mendorong batasan mereka dan menginspirasi orang lain.”
Baca juga: DJI Air 3 Mengudara di Indonesia, Harga Mulai Rp17,5 Jutaan
Dimensi Sensor DJI Osmo Action 4 Mendekati Kamera Saku Vlogging

Peningkatan paling signifikan yang dibawa DJI melalui Osmo Action 4, ada pada sensornya, di mana kini berukuran 1/1,3 inci (vs ½,7 inci pada Action 3). Dengan begitu, dimensi pikselnya membesar dari 1,6um menjadi 2,4um, memungkinkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam sensor untuk detail dan kecerahan lebih optimal terutama dalam kondisi low-light.
Selain sensor, lensanya sendiri masih sama, di mana DJI Osmo Action 4 memiliki sudut pandang ekstra lebar 155 derajat dan diafragma f/2.8. Kesamaan lainnya termasuk pada format perekamannya, dapat merekam video hingga 4K 120fps dalam bitrate 130Mbps. Format 10-bit & D-Log M juga tersedia, sementara stabilisasinya pun juga identik.

DJI Osmo Action 4 mendukung stabilisasi RockSteady 3.0 Plus, dan HorizonSteady yang bisa membuat horizon pada video tetap sama walaupun kamera berputar 360 derajat (barrel roll). Data giroskop dari perangkat dapat terekam, dan pengguna bisa mengatur tingkat stabilisasi lebih lanjut lewat PC.
Hal baru lainnya ada pada dukungan kapasitas kartu microSD, di mana DJI Osmo Action 4 sudah bisa menampung kapasitas hingga 512GB. Lalu hadir aksesori baru yakni GPS Bluetooth Remote Controller, sebuah aksesori yang berbentuk mirip jam tangan. Fungsinya adalah untuk memberikan data GPS pada video yang direkam, sekaligus bantuan kendali kamera sebagai shutter, ubah mode, termasuk dengan layar kecil.
Tetap Bisa Digunakan dalam Suhu Ekstrem

Secara desain DJI Osmo Action 4 masih dibuat identik, sehingga kompatibel dengan aksesori untuk generasi sebelumnya. Yang baru adalah case baru yang bisa dipasangkan dengan tripod dalam mode vertikal maupun horizontal. Untuk para kreator yang membuat konten video untuk platform seperti TikTok & Reels, kini DJI Osmo Action 4 sudah mendukung video vertikal secara native.
Ada tiga mikrofon di sekeliling bodi DJI Osmo Action 4, dan masih bisa dipasangkan dengan mikrofon eksternal. Pengendaliannya bisa dilakukan lewat layar 2,25 inci di belakang atau 1,4 inci di depan, di mana keduanya sama-sama mendukung input sentuh. Keunggulan lainnya ada pada sektor baterai dan daya tahan di bawah air.
Tanpa menggunakan case, DJI Osmo Action 4 bisa digunakan hingga kedalaman 18 meter di bawah permukaan air (atau 60 meter menggunakan case waterproof). Lalu baterai kamera aksi terbaru DJI satu ini sanggup merekam video hingga 2,5 jam, bahkan dalam suhu ekstrem (minus 20 derajat Celsius). Pengisian dayanya sudah mendukung fast charging, bisa mencapai 80% dalam waktu 18 menit saja,
Dijual lebih mahal, harga DJI Osmo Action 3 dibanderol USD399 atau sekitar Rp6 jutaan. Sementara untuk aksesori baru seperti GPS Bluetooth Remote Controller dijual terpisah, dibanderol USD79 atau Rp1,2 jutaan.





