PANGANDARAN – Suasana malam di pesisir Pangandaran kini tak hanya diisi oleh suara deburan ombak dan angin laut. Di sela-sela jam rawan, deru motor patroli Satuan Samapta Polres Pangandaran menjadi pemandangan rutin. Namun, alih-alih tampil gahar dengan sorot lampu yang mengintimidasi, para personel kepolisian ini justru memilih pendekatan yang lebih “adem”: berdialog dan menyapa warga.

​Langkah ini merupakan bagian dari Patroli Malam Humanis yang digalakkan untuk menekan angka kriminalitas sekaligus menghapus sekat antara aparat dan masyarakat.

Menyasar Titik Rawan, Mengedepankan Dialog

​Petroli rutin ini menyisir berbagai titik krusial, mulai dari:

  • ​Kawasan permukiman padat penduduk.
  • ​Objek vital dan perkantoran.
  • ​Pusat aktivitas ekonomi dan pertokoan.
  • ​Ruas jalan sepi yang kerap menjadi lokasi gangguan kamtibmas.

​Bukan sekadar melintas, para personel turun langsung melakukan pendekatan persuasif. Dengan bahasa yang santun, mereka berbincang dengan warga yang masih terjaga, memberikan imbauan keamanan tanpa kesan menggurui.

Membangun “Public Trust”

​Kasat Samapta Polres Pangandaran, IPTU Jajat Jatnika, menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan upaya membangun fondasi kepercayaan publik.

​”Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat. Rasa aman yang tumbuh dari kepercayaan publik adalah fondasi utama kamtibmas yang kondusif,” ujar Jajat.

 

Baca juga:  Madasari, Pantai Tersembunyi nan Eksotis di Pangandaran

​Strategi ini terbukti efektif. Sejumlah warga mengaku merasa lebih tenang beristirahat maupun beraktivitas di malam hari. Kehadiran fisik petugas di lapangan dianggap mampu memitigasi niat jahat pelaku kriminal sebelum sempat beraksi.

Kolaborasi Lewat Layanan 110

​Meski patroli diintensifkan, kepolisian menyadari bahwa peran aktif warga tetap menjadi kunci utama. Dalam setiap perjumpaan, personel Sat Samapta selalu menyelipkan pesan agar warga tidak ragu melapor jika menemukan gerak-gerik mencurigakan.

​Polres Pangandaran mengingatkan kembali ketersediaan layanan darurat 110 yang dapat diakses secara cepat. Melalui konsistensi patroli humanis ini, diharapkan Pangandaran tidak hanya menjadi destinasi wisata yang indah, tetapi juga ruang hidup yang aman dan harmonis bagi penghuninya.