BMKG Beberkan Pemicu Gempa M5,8 di Kepulauan Mentawai

MerahPutih.com – Gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Kepulauan Mentawai, sebelah barat Sumatera, pada Selasa (20/6) pukul 15.39 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas subduksi di lempeng Indo-Australia telah memicu gempa di Kepulauan Mentawai.
Baca juga
BMKG ungkap pemicu gempa 4,6 SR di Mojokerto
Pusat gempa terletak pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 98,42 Bujur Timur, yaitu berada di laut pada jarak 167 km Barat Laut Kepulauan Mentawai, Barat Sumatera, pada kedalaman 34 km.
“Dengan mempertimbangkan letak pusat gempa dan kedalaman hiposenter, maka gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam pada lempeng Eurasia,” kata Kepala BMKG. Pusat Gempa dan Tsunami. . Daryono di Jakarta, Selasa (20/6).
Ia menambahkan, hasil analisis origin mechanism menunjukkan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme gerak ke atas (thrust failure).
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Baca juga
Mesin penjual otomatis di Jepang menyediakan makanan gratis saat terjadi gempa
Daryono mengatakan, gempa yang melanda Selasa pukul 15.39 WIB memiliki update parameter dengan magnitudo 5,6.
Ia menyebutkan, gempa di wilayah Mentawai berdampak dan terasa di wilayah Siberut dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercantile Intensity), artinya getaran terasa di dalam rumah, seperti ada truk yang lewat. oleh.
Kemudian daerah Pasaman Barat dan Pariaman dengan skala intensitas II-III MMI (getaran terasa nyata di dalam rumah, getaran terasa seperti ada truk yang lewat) dan daerah Bukittinggi dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan tergantung bergoyang).
Hingga pukul 16.05 WIB, menurut dia, hasil pemantauan BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
Daryono mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran seismik yang dapat mengganggu stabilitas bangunan sebelum kembali ke rumah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dijelaskan kebenarannya.
Baca juga
Gempa Pacitan hingga Soloraya berkekuatan 6,0, membangunkan warga di tengah malam
