Bamsoet : Waspada Varian Baru wabah Covid-19 lalu Peduli Kemungkinan Bencana

Bamsoet : Waspada Varian Baru wabah pandemi Covid-19 lalu Peduli Kemungkinan Bencana

SEPUTARPANGANDARAN.COM, INFO NASIONAL – Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI/Dosen Pascasarjana Universitas Keamanan RI (UNHAN), Universitas Borobudur, Universitas Terbuka (UT) serta Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) mengingatkan akan peningkatan jumlah total perkara positif wabah Covid-19 dan juga kemungkinan bencana dalam beberapa wilayah membayangi kegiatan segenap elemen publik mempersiapkan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Euphoria Pemilihan Umum 2024 juga libur akhir tahun jangan sampai menciptakan warga lengah. Sebaliknya, tetap saja waspada terhadap penyebaran wabah varian baru pandemi Covid-19 dan juga juga peduli pada peluang bencana, seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi hingga kemungkinan banjir dan juga tanah longsor.

Imbauan tentang perlunya mewaspadai penyebaran pandemi Covid-19 juga perhatian akan prospek bencana sekarang ini patut dikedepankan akibat memang sebenarnya ada urgensinya. Paling utama adalah fakta sedang mewabahnya varian baru penyebaran virus Corona yang kemudian dihadiri oleh dengan peningkatan jumlah total perkara positif di tempat sebagian negara, termasuk di area Indonesia. Saat wabah wabah Covid-19 muncul lagi, mobilitas rakyat akan meningkat jelang libur Natal dan juga Tahun Baru (Nataru), dan juga juga faktor adanya kerumunan massa partisipan kampanye politik.

Selain itu, sudah ada menjadi fakta pula bahwa jelang akhir dan juga awal tahun – yang tersebut ditandai dengan peralihan musim kemarau memasuki musim hujan — selalu menghadirkan fenomena alam yang digunakan tak jarang menghadirkan ekses, seperti curah hujan tinggi, angin puting beliung, gempa bumi hingga banjir juga tanah longsor.

Kementerian Kesejahteraan RI sudah ada menginformasi kemudian juga menjamin penyebaran wabah wabah Covid-19 dengan total perkara positif yang digunakan cenderung terus meningkat.  Sementara itu, fenomena alam yang tersebut menghadirkan ekses bagi warga lokal sudah ada terjadi di area beberapa orang daerah, seperti banjir bandang, angin puting beliung yang digunakan menyebabkan kerusakan, gempa bumi hingga erupsi gunung berapi.  Kecenderungan seperti itu patut diwaspadai oleh semua orang, khususnya sebab libur Nataru memacu peningkatan mobilitas masyarakat. Akan ada kerumunan warga di area bandara serta pelabuhan, belum lagi kerumunan massa kampanye Pemilu.

Baca juga:  KPU Tunda Proses Rekapitulasi di tempat PPK dengan Alasan Perbaikan Sirekap, Said: Itu 2 Entitas Berbeda

Dari hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub),  muncul perkiraan tentang mobilitas rakyat sepanjang periode libur Natal 2023 dan juga Tahun Baru 2024 mencapai 107,63 jt orang, atau 39,83 persen dari total populasi Indonesia. Puncak arus keberangkatan libur Natal 2023 diperkirakan Hari Sabtu 23 Desember 2023, sedangkan puncak arus keberangkatan libur Tahun Baru 2024 diprediksi pada Sabtu, 30 Desember 2023.

Relevan dengan hasil survei itu, Kementerian Bidang Kesehatan RI pada Selasa (12/12) mengimbau penduduk untuk melengkapi vaksinasi Covid-19, dikarenakan jumlah agregat tindakan hukum baru kembali melonjak. Publik pun didorong untuk kembali disiplin menjalani protokol kebugaran (Prokes), menggunakan masker, juga mengimbau publik kelompok rentan agar segera melengkapi vakinasi atau booster. Imbauan yang identik juga disuarakan pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).  IDI menekankan pentingnya publik kembali menjaga protokol kemampuan fisik menyusul peningkatan jumlah agregat tindakan hukum penyebaran virus Corona akhir-akhir ini.

Bahkan Kementerian Bidang Kesehatan juga telah terjadi mengeluarkan surat edaran tentang waspada terhadap lonjakan wabah Covid-19 bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri. Saat ini, sedang terjadi lonjakan perkara penyebaran virus Corona di area 104 negara lantaran varian EG.5, EG.2, HK.3 dan juga BA.2.86. Di Asia Tenggara, kenaikan tindakan hukum penyebaran virus Corona tercatat di dalam Filipina, Singapura dan juga Malaysia. Belakangan ini, kecenderungan yang dimaksud identik juga mulai terdeteksi di tempat pada negeri.

Kementerian Bidang Kesehatan mencatatkan data bahwa varian baru virus Covid-19, yaitu EG.5 juga EG.2, masuk ke Indonesia Sejak Agustus 2023. Dua varian ini signifikan memicu tindakan hukum positif pandemi Covid-19 di tempat Indonesia. Kalau sebelumnya cuma di tempat kisaran 10 sampai 20 tindakan hukum baru per minggu, perkembangannya kemudian memang sebenarnya patut diwaspadai, dikarenakan memasuki pekan terakhir November 2023, peningkatannya mencapai 267 tindakan hukum baru per minggu. Belakangan ini, terlihat kecenderungan peningkatan perkara positif di area hampir semua provinsi.

Baca juga:  Roy Suryo Duga KPU Atur Persentase Hasil Pilpres 2024 Sebelum Quick Count

Untuk membangkitkan perhatikan masyarakat, Kementerian Aspek Kesehatan hendaknya semakin intensif menyosialisasikan imbauan ini. Dan, tanpa harus mengakibatkan panik, semua pemerintah wilayah (Pemda) pun patut merespons imbauan dimaksud. Pemda, melalui dinas kebugaran masing-masing, mulai pro berpartisipasi meminta warga waspada terhadap penyebaran varian baru Covid-19, misalnya dengan menyosialisasikan imbauan pemanfaatan masker di dalam ruang rakyat kemudian berupaya melaksanakan Prokes, termasuk menghindari kerumunan orang.  

Selain oleh sebab itu faktor mewabahnya varian baru Covid-19, Kementerian Bidang Kesehatan juga mengimbau rakyat mewaspadai peningkatan tindakan hukum pneumonia di area Indonesia. Kendati total tindakan hukum yang mana terkonfirmasi mycoplasma pneumonia belum banyak, warga diimbau untuk tiada lengah. Upayakan untuk memakai masker di tempat ruang rakyat guna menghindari kemungkinan infeksi sistem pernafasan akibat bakteri mycoplasma pneumonia yang sedang mewabah.

Selain itu, tak kalah pentingnya adalah mewaspadai dan juga peduli akan peluang bencana yang digunakan ditimbulkan oleh fenomena alam yang mana pada waktu ini bertransisi dari musim kemarau ke musim hujan. Transisi musim itu tak jarang menghadirkan ekses, serta semua orang sudah ada pernah mengalami dampaknya. Beberapa perkembangan atau bencana skala kecil sudah ada terjadi pada beberapa daerah.

Sejak awal Desember 2023 misalnya, terjadi gempa bumi di tempat sejumah daerah. Pada Hari Sabtu (2/12) berada dalam hari, kota Malang diguncang gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,2. Setelah itu, Pulau Karatung di tempat Sulawesi Utara pun digetarkan gempa bumi M 5,6 pada 7 Desember 2023. Keesokan hari, Hari Jumat (8/12) dini hari pukul 02.00 WIB, Perkotaan Bogor, Jawa Barat, pun diguncang gempa berkekuatan M 4,0, yang digunakan getarannya dirasakan hingga Sukabumi dan juga sekitarnya.

Baca juga:  Resmi Jadi Cawapres, Gerindra Ogah Polemik Gibran Masih Kader PDIP

Di hari pertama bulan Desember 2023 malam, banjir bandang lalu tanah longsor terjadi di tempat wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Asahan Toba, dengan luas Daerah Tangkapan Air (DTA) mencapai 478,28 hekar. Area terdampak banjir mencakup ladang, pertanian dan juga pemukiman dalam desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kota Humbang Hasundutan. Seminggu kemudian, tepatnya hari terakhir pekan (8/12), beberapa jumlah wilayah dalam Daerah Wonosobo, Jawa Tengah, juga terjadi tanah longsor kemudian banjir bandang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Wonosobo mencatat, dua orang meninggal dunia di kejadian tanah longsor.

Selain itu, erupsi dua gunung berapi baru-baru ini pun hendaknya menggalakkan rakyat untuk waspada. Setelah erupsi Gunung Marapi di area Sumatera Barat, Gunung Merapi pada Jawa Tengah menunjukan aktivitas kegempaan dan juga mengeluarkan awan panas sejak hari terakhir pekan (8/12) lalu tujuh kali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 3,5 kilometer ke arah Kali Krasak.  Tercatat delapan kali gempa awan panas guguran, 27 kali gempa guguran, tujuh kali gempa fase banyak, juga empat kali gempa vulkanik dangkal.

Sejumlah contoh persoalan hukum ini mengingatkan segenap elemen warga untuk setiap saat waspada akan wabah penyakit ketika ini, dan juga peduli kemungkinan bencana kemudian setiap saat mengutamakan kehati-hatian. Khusus untuk area rawan bencana, Pemda didorong untuk memulai mitigasi bencana guna meminimalisir risiko kemudian peluang kerugian masyarakat.(*)

Sumber: tempo