AS Sempat Memicu Bom Nuklir di Luar Angkasa Kejadian Tak Terlupakan

AS sempat memicu Bom nuklir
National Geographic

AS sempat memicu bom nuklir di luar angkasa yang membuat aurora buatan sejauh Selandia Baru. Dengan kejadian ini Starfish Prime meledak dan membuat partikel bermuatan dari ledakan menabrak molekul atmosfer bumi.

Penjadwalan untuk meluncurkan roket keluar angkasa untuk menguji bom fusi. Pada 8 Juli 1962, bahkan masyarakat kala itu menonton “pesta bom” bertempat di Hawaii.

Persiapan mulai dari hitung mundur dari radio gelombang pendek kala itu. Para fotografer sudah bersiap mengarahkan lensa ke angkasa untuk menangkap momen ledakan aurora tersebut. Namun ternyata ledakan bom seberat 1,4 megaton. Memiliki 500 kali lebih kuat dari jatuhnya bom Hiroshima.

AS sempat memicu Bom nuklir
National Geographic

Pihak AS Sempat Memicu Bom Nuklir

Ketiak itu, senjata nuklir meledak dan membuat langit berwarna merah menyala. Malam yang gelap gulita tersebut terasa seperti siang hari dalam ledakan di ketinggian 25 mil.

Stasiun Luar Angkasa Internasional mengorbit dalam lima belas menit ledakan awal. Saksi mata mengatakan bahwa langit terlihat seperti matahari yang berkobar membakarnya.

Saat itu juga terjadi elektromagnetik membasuh stasiun radio hingga membuat sirine darurat berbunyi. Hingga membuat lampu jalan Hawaii akhirnya padam dan adanya aurora.

Baca juga:  NASA Akan Meluncurkan Layanan Streaming Mereka Sendiri

Perjanjian Larangan Uji Coba Nuklir Terbatas

Karena kejadian tersebut akhirnya Amerika Serikat, Inggris dan U.S.S.R menandatangani perjanjian. Maka sudah enam puluh tahun luar angkasa bebas dari H-Bom bahkan aurora.

Hasil Starfish Prime menjadi peringatan mengenai medan magnet bumi diledakkan dengan radiasi dosis tinggi, baik dari nuklir atau sumber alami matahari.

Para ilmuwan terus melakukan penelitian yang mengantarkan bahwa ledakan nuklir sangat berbeda ketika di satu tanah. hanya akan terjadi bola plasma cerah yang berubah warna.

Akan menghasilkan aurora berwarna-warni dan nuklir dalam ketinggian tertentu menjadi bom pelangi. Sabuk radiasi yang terdapat di bumi bahkan bisa disingkirkan dalam beberapa minggu saja.