
Merah Putih. dengan – Jepang dan Amerika Serikat melakukan latihan udara bersama atau sehari setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM). Pasukan AS juga mengadakan latihan udara bersama dengan Korea Selatan pada hari yang sama.
Korea Utara mengklaim telah melakukan latihan kejutan dengan meluncurkan ICBM Hwasong-15 pada lintasan yang lebih tinggi. Latihan bersama ini untuk menunjukkan persatuan dalam melawan provokasi Korea Utara.
Baca juga:
Korut masih berutang Rp 4,47 triliun kepada Volvo
Tiga pesawat tempur F-15 Angkatan Udara Bela Diri Jepang berpartisipasi dalam latihan bersama, bersama dengan empat pesawat tempur F-16 AS dan dua pembom strategis B-1B.
Militer Korea Selatan mengatakan seorang pembom B-1B AS dan pesawat tempur siluman F-35A Korea Selatan terbang dalam formasi selama latihan udara bersama kedua negara.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan latihan tersebut menunjukkan kemampuan pertahanan yang luar biasa dari aliansi Washington-Seoul dan bahwa kedua negara telah meningkatkan kemampuan operasional.
Latihan bersama itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan atas kemajuan Korea Utara dalam teknologi rudal dan kekhawatiran negara itu dapat segera melakukan uji coba nuklir lainnya. Amerika Serikat dan Korea Selatan juga akan segera mengadakan latihan bersama lagi di kemudian hari.
Korea Utara telah mengkritik rencana kedua negara untuk membahas langkah-langkah untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara dan mengadakan latihan bersama Freedom Shield selama 11 hari pada pertengahan Maret.
Kantor berita resmi Korea Utara (KCNA) mengatakan rudal yang diluncurkan oleh Pyongyang menempuh jarak hampir 1.000 kilometer selama lebih dari satu jam sebelum mencapai perairan terbuka Laut Jepang. Rudal itu kemungkinan mendarat di zona ekonomi eksklusifnya di lepas pantai Hokkaido.
Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada mengatakan bahwa pada lintasan normal rudal tersebut dapat menempuh jarak lebih dari 14.000 km dan menghantam wilayah daratan AS mana pun.
Pyongyang telah menggelar peluncuran ICBM untuk menunjukkan keandalan kemampuan pencegahan nuklirnya. Peluncuran rudal terbaru Korea Utara terjadi setelah pada 2022 negara itu meluncurkan 37 rudal.
Di tengah kekhawatiran Pyongyang bersiap melakukan uji coba nuklir ketujuh, Tokyo, Washington, dan Seoul semakin mengawasi negara itu.
Baca juga:
Antrean musisi Korea siap merilis karya pada Februari 2023





