Artficial Intelligence Ciptakan Berbagai Sampul Album Band Metal

SEJAK muncul kecerdasan buatan (AI) mulai menggali seluk-beluk diskusi antara sahabat dan seniman, khususnya dalam konteks seni dan desain. Dengan sumber daya teknologi yang instan dan cepat, banyak seniman yang beranggapan bahwa karya-karya yang dihasilkan AI dikurasi oleh seniman-seniman sejati yang sudah ada sejak lama.

Jadi terkadang mereka berdebat tentang penyalahgunaan hak desain. Namun di sisi lain, beberapa pihak menganggap teknologi tersebut cukup berguna untuk mencari ide. Serta menganggap seniman manusia tetap bisa eksis bersama AI.

Baca juga:

Teknologi kecerdasan buatan membuat latihan di rumah lebih efektif



Salah satu karya AI. (Foto: Dokumen/Screenshot)

halaman palu logam Launch, pada Februari 2021, muncul akun Twitter bernama @ai_metal_bot yang rajin mengunggah dan memproduksi nama band, judul album, dan artwork metal yang diproduksi oleh AI.

Bahkan di biografi akun @ai_metal_bot disebutkan, “semua nama band dan judul album dibuat dengan GPT-2, dan artwork album dibuat dengan Big-Sleep dan Stable Diffusion.”

Meskipun mereka tidak mendengarkan karya-karya tersebut dalam bentuk album atau musik. Bahkan, banyak pengguna Twitter yang tertarik dengan akun tersebut dan setia mengikuti setiap unggahannya.

Baca juga:  Dibutuhkan Dua, Sniper Elite 5, Twisted Metal – PlayStation.Blog

Menghasilkan banyak kreasi dengan GPT-2, akun tersebut telah mengumpulkan lebih dari 21 ribu pengikut, dengan total lebih dari 1000 tweet AI pada tahun 2021.

Baca juga:

Tingkat Daya Saing, Anak Muda Diharapkan Kuasai Kecerdasan Buatan



Sampul Buatan Goblin Time AI – Saatnya Goblin. (Foto: Dokumen/Screenshot)

Baru-baru ini, mereka mengunggah sampul album Sungai Jiwa Gelisah dari band metal fiksi Antara Batas. Menampilkan night vision dengan aura kegelapan yang melekat, terlihat pada berbagai detail kobaran api di berbagai sudut artwork.

Selain itu, ada juga karya band Goblin Time dengan sebuah album Sudah waktunya untuk para goblin. Di covernya terlihat tiga goblin hijau lengkap dengan pakaian ala goblin dan memegang senjatanya masing-masing seolah ingin ikut berperang.

Siapa sangka kecerdasan buatan ini hampir bisa menyaingi seniman hebat lainnya. Namun, meski mungkin mirip dengan membuat karya visual hampir sama bagusnya dengan karya buatan senimannya, namun jiwa yang terkandung dalam setiap karya seniman tidak akan kalah dengan kecerdasan teknologi. (jauh)

Baca juga:

Berkolaborasi dengan Lenovo, Ducati menggunakan kecerdasan buatan



Source link