GANGGUAN auditory processing (APD) adalah kesulitan dalam memahami komunikasi lisan karena cara otak menginterpretasikan suara. Meskipun ini adalah masalah pendengaran, itu bukanlah bentuk gangguan pendengaran. Dengan kata lain, telinga itu sendiri tidak terpengaruh.
Padahal, penderita APD biasanya memiliki pendengaran yang normal, seperti yang dinilai dari tes pendengaran rutin dan tes pendengaran (audiometri), yang keduanya tidak mendeteksi gangguan tersebut.
Pembahasan tentang APD seringkali terfokus pada anak usia sekolah. Namun, orang dewasa juga bisa mengalami gangguan pemrosesan pendengaran.
Baca juga:
Terlalu sering menggunakan headphone, headphone, dan headphone menyebabkan gangguan pendengaran
Penyebab Gangguan Pemrosesan Pendengaran
Penyebab gangguan pemrosesan pendengaran tidak dipahami dengan baik. Namun, memotong halaman sangat baik, kesehatancenderung dikaitkan dengan kondisi lain, seperti sklerosis ganda atau kondisi yang memengaruhi perhatian, pembelajaran, dan bahasa, seperti ADHD dan disleksia.
Kemungkinan penyebab APD lainnya adalah sebagai berikut:
– Genetika. Gen spesifik yang bertanggung jawab atas APD belum teridentifikasi, namun banyak peneliti menduga bahwa beberapa jenis APD dapat diwariskan.
– Trauma pada kepala. Biasanya, masalah pemrosesan pendengaran berkembang setelah cedera otak, meskipun peneliti belum yakin mengapa hal ini terjadi.
– Tumor. Meski jarang, gangguan pemrosesan pendengaran bisa disebabkan oleh tumor otak.
– Gangguan pendengaran yang tidak diobati. Meskipun penderita APD biasanya memiliki pendengaran normal, gangguan pendengaran yang tidak diobati dan gangguan pendengaran yang ditimbulkannya juga dapat menyebabkan masalah pada proses pendengaran di otak.
– Anoksia. Periode kekurangan oksigen di otak, yang dapat terjadi selama serangan iskemik transien atau stroke, dapat menyebabkan beberapa kasus gangguan pemrosesan pendengaran.
Baca juga:
Satu miliar anak muda berisiko kehilangan pendengaran
Gejala
– Sulit untuk membedakan kata-kata yang terdengar seperti kotak dengan katak di dalamnya.
– Kesulitan memahami ucapan, terutama di lingkungan yang bising, saat orang lain berbicara terlalu cepat atau saat lebih dari satu orang berbicara.
– Sulit berkonsentrasi atau memperhatikan dalam percakapan sehingga membutuhkan waktu lama untuk merespon dan sering meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya.
– Kesulitan mengingat perintah yang diucapkan, terutama jika terdiri dari beberapa langkah.
– Kesulitan belajar atau mengapresiasi musik.
– Sulit untuk menemukan sumber suara.
Periksa dengan dokter Anda jika Anda atau anak Anda memiliki gejala di atas. Pada anak usia sekolah, gangguan proses pendengaran yang tidak terdeteksi dan ditangani secara dini dapat menyebabkan gangguan belajar.
Lebih lanjut, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kemampuan berbahasa dan berbicara. (dgs)
Baca juga:
Notifikasi suara Android membantu orang dengan gangguan pendengaran





