Aksi Penyelamatan Terumbu Karang Metode PVC di Laut Pulau Sangiang
Aksi penyelamatan terumbu karang menggunakan PVC tunjukan progres positif. Hal ini terjadi di Laut Pulau Sangiang oleh para aktivis lingkungan.
Proses transplantasi karang yang membuahkan keberhasilan dalam rehabilitasi. Upaya yang mereka lakukan ini dalam rangka mengembalikan ekosistem dan fungsi terumbu karang di laut guna kelangsungan masa depan.

Ketahui Aksi Penyelamatan Terumbu Karang
Dalam pernyataannya Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan Kehati Yasser Ahmed mengungkapkan, dengan PVC menjadikan alternatif yang ramah lingkungan, namun bersifat berkelanjutan.
Harapan transplantasi ini akan memperkaya metode rehabilitasi terumbu karang tanah air. Hal ini juga sudah masuk dalam percobaan dua lokasi berbeda.
Berada di Legon Bajo, Legon Waru dan Pembibitan Karang, Tempuyung. Selain terjadi transplantasi juga terjadi pengambilan data ekologi dan sampel air untuk analisis environmental DNA guna mengetahui keragaman hayati terumbu karang perairan Pulau Sangiang.
Metode PVC
Merupakan kepanjangan dari Polivinil Chlorida atau PVC. Memiliki pengertian, polimer termoplastik atau pipa yang banyak digunakan dalam konstruksi bahan bangunan.
Relatif murah dan tahan lama juga penggunaannya termasuk mudah. Metode ini terus menjadi kajian mendalam dan penggunaannya.
Selain menggunakan metode PVC, sebenarnya masih terdapat banyak sekali yang bisa dicoba. Namun penggunaan dan penerapan setiap metode juga tetap sesuai dengan kasus dan area tempat terumbu karang hidup.
Para aktivis berharap, dengan adanya kegiatan ini terjadi perbaikan ekosistem yang lebih baik guna kehidupan kedepannya nanti. Sebagai salah satu penyumbang oksigen terbesar, laut memiliki banyak manfaat lainnya.
Dalam penelitiannya bahkan kehidupan makhluk hidup lebih banyak yang berada di lautan. Maka dari itu, aksi penyelamatan terumbu karang menggunakan metode ramah lingkungan menjadi ide cemerlang bagi perbaikan berkelanjutan.
